Beranda Analisa Forex Dampak Politik Hongkong Terhadap Pakta Damai Dagang

Dampak Politik Hongkong Terhadap Pakta Damai Dagang

556
0

Keinginan terdapatnya persetujuan perundingan dagang Amerika Serikat AS dengan China semakin samar. Karena Presiden AS Donald Trump telah meneken undang-undang yang memberi dukungan tindakan demo di Hong Kong.

Trump terus-terang mengaku, undang-undang UU yang memberi dukungan beberapa pemrotes di Hong Kong tidak membuat negosiasi perdagangan dengan China semakin lebih gampang.

Tetapi dia meyakini Beijing masih inginkan persetujuan dengan Amerika Serikat.

UU itu tidak membuatnya lebih baik, tapi kita akan lihat apa yang berlangsung, kata Trump waktu bicara pada wartawan seperti diambil Reuters, Selasa 3/12.

Trump tidak memberi tanda-tanda kapan persetujuan perdagangan itu akan dituntaskan.

Tapi dua petinggi AS lain menjelaskan persetujuan masih dapat berlangsung tahun ini bergantung pada aksi China.

Washington serta Beijing belum tanda-tangani apa yang dikatakan sebagai kesepakatan perdagangan babak satu yang dipublikasikan pada Oktober 2019 lalu, yang sudah tingkatkan keinginan berlangsungnya de-eskalasi dalam perang dagang yang berkelanjutan.

Ekonomi global sudah tertekan dengan setiap saat kenaikan biaya dikeluarkan dua negara dengan ekonomi paling besar dunia itu. Orang China tetap bernegosiasi.

Saya benar-benar suka dimana kita ada, kata Trump saat ia siap-siap untuk tinggalkan Gedung Putih untuk hadiri KTT NATO di London.

Orang China ingin membuat persetujuan. Kami akan lihat apa yang berlangsung, paparnya.

Presiden Cina Xi Jinping menjelaskan bulan kemarin ia ingin membuat persetujuan perdagangan dengan AS, tapi kemelut bilateral yang lebih luas sudah berkobar ditengah-tengah aksi legislatif AS yang memberi dukungan beberapa pemrotes Hong Kong.

Diluar itu AS menyorot masalah perlindungan minoritas muslim Uighur di daerah barat Xinjiang.

Trump pada minggu lalu tanda-tangani undang-undang baru yang memberi dukungan pemrotes di Hong Kong serta meneror China dengan peluang sangsi pada hak asasi manusia HAM.

China dalam tanggapannya melarang kapal-kapal militer serta pesawat terbang AS berkunjung ke Hong Kong serta memberikan sangsi pada beberapa organisasi non-pemerintah AS.

Situs berita Axios memberikan laporan di hari Minggu jika hukum Hong Kong hentikan kesepakatan perdagangan dengan AS.

Global Times, satu tabloid punya pengaruh yang diedarkan media massa sah Partai Komunis China yang berkuasa dalam tweeted Selasa 3/12 mengatakan, China akan selekasnya meluncurkan daftar sangsi pada mereka yang membahayakan kebutuhan China.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses