Carrie Lam menjelaskan, undang-undang UU yang memberi dukungan beberapa pemrotes dapat mengakibatkan kerusakan keyakinan usaha di pusat keuangan Asia ini.
Lam mengatakan, UU Hak Asasi Manusia HAM serta Demokrasi Hong Kong yang Presiden Amerika Serikat AS tanda tangan minggu lalu benar-benar tak perlu.
Karena, sisa koloni Inggris itu tengah bergelut dengan krisis pertamanya pada sebuah dekade.
UU itu mengharuskan Departemen Luar Negeri AS untuk mengatakan minimal tiap tahun jika Hong Kong menjaga otonomi yang cukup untuk membetulkan ketetapan perdagangan AS yang memberikan keuntungan, serta meneror sangsi atas pelanggaran HAM.
Efeknya sekarang ialah pada keyakinan diri, sebab perusahaan akan cemas mengenai aksi yang kemungkinan diambil oleh Pemerintah AS di waktu depan, sesudah mereka mengevaluasi undang-undang ini, tegas Lam, Selasa 3/12, seperti diambil Reuters.
Lam menginformasikan putaran ke empat beberapa langkah pertolongan Pemerintah Hong Kong untuk tingkatkan ekonomi kota yang terpukul tindakan demonstrasi yang telah berjalan lima bulan lebih.
Tetapi, Lam tidak merinci beberapa langkah penambahan apa yang akan pemerintahannya mengambil untuk tingkatkan pekerjaan ekonomi Hong Kong. Dia hanya katakan, akan mengumumkannya dalam tempo dekat.
Pemerintah Hong Kong awalnya tawarkan pertolongan seputar HK$ 21 miliar US$ 2,7 miliar untuk memberi dukungan perekonomian, terutamanya bidang transportasi, pariwisata, serta ritel.
Tindakan protes sudah memukul penjualan ritel yang jatuh ke rekor paling rendah pada Oktober, dikarenakan demonstrasi yang seringkali selesai kacau membuat pelancong takut serta mendesak pengeluaran.
Awalnya, China melarang kapal-kapal serta pesawat militer negeri AS berkunjung ke Hong Kong, sebagai perhentian sesaat Armada Ke-7 AS, jadi balasan atas UU yang memberi dukungan pemrotes di Hong Kong.
Lam menjelaskan, kesepakatan untuk kunjungan pelabuhan seperti itu ialah kuasa Kementerian Luar Negeri China.






