Beberapa Petinggi Bank Sentral Jepang memperdebatkan resiko yang mungkin saja juga akan melanda ekonomi Jepang jika kebijakan stimulus longgar disudahi sangat awal. Sesuai dengan keterangan dari notulen rapat BoJ yang diterbitkan hari Senin pagi hari ini, rapat Dewan BoJ tengah mengulas dilema yang tengah mereka hadapi.
Dalam satu bagian, sasaran inflasi masih tetap jauh dari pada pendapatan. Sedangkan dari faktor yang lain, cost untuk meneruskan moneter yang masih longgar dan kian membengkak.
Denagn berjumlah 9 anggota Dewan dari BoJ akan membutuhkan waktu yang cukup lama guna mendapatkan solsui terbaik untuk mengomunikasikan dari kebijakan moneternya pada bulan Maret kemarin. Beberapa anggota rapat menyebutkan, semakin meningkatnya jumlah ketertarikan pasar pada peluang pengurangan stimulus moneter yang ada di Jepang, namun itu masih tetap ketinggalan jauh di belakang volatilitas pasar yang saat terus bergerak naik.
BoJ yang harus memberikan penjelasan kepada beberapa orang, kalau perekonomian yang belum juga menjangkau fase saat bank sentral yang akan membutuhkan memperhitungkan waktu dan tindakan yang akan dilakukan, yang umum di kenal dengan exit from monetary easing, tegas beberapa anggota dalam rapat.
Meskipun normalisasi terkait pengurangan akomodasi moneter dengan bertahap bisa menjadi tema yang dapat diperhitungkan untuk masa yang akan datang, BoJ mesti menerangkan pada pasar kalau normalisasi yang akan berbeda dengan langkah pengetatan moneter.
Pada saat rapat yang diselenggrakan bulan Maret kemarin, BoJ tidak merubah terkait kebijakan moneternya. Bahkan juga, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda memberi tanda tentang kesiapan pihaknya untuk menggelontorkan stimulus penambahan jika melihat kondisi ekonomi Jepang yang akan semakin menurun. Pernyataan Kuroda itu akan menkan spekulasi tentang pengurangan stimulus, yang pernah diprediksikan akan berlangsung lebih cepat dari pada yang perkirakan.
Sesudah launching notulen BoJ, Yen dipasar berada kisaran 108. 969 untuk per dolar AS. Tetapi pada saat berita ini dirilis , USD/JPY berhasil naik ke level 109. 098. Yen sebelumnya menguat pada Dolar AS diakhir minggu terkait dengan mengecewakannya dari angka NFP AS, serta tindakan short covering dari beberapa trader Jepang.






