Pasangan USD/CAD sempat bergeser relatif kuat dalam sesi New York. Hal itu disebabkan , bank sentral Kanada BoC sedangkan meneruskan jejak The Fed pada mengurangi suku bunga sebesar 50 basis poin demi menghindari risiko efek wabah virus Corona.
Akan namun, level Loonie balik stabil pada kisaran 1.3390-an pada pembukaan sesi Sydney dalam perdagangan dini hari ini 5/3.
Dalam kedap kebijakan terjadwal yang diadakan tersebut malam, BoC memilih buat mengurangi suku bunga ke level 1.25 %.
Seperti halnya The Fed, BoC yang juga merujuk ancaman endemi virus Corona pada perekonomian global dan nasional menjadi argumen buat pelonggaran moneter kali ini.
Virus COVID-19 merupakan kejutan negatif nyata bagi outlook global dan Kanada, sehingga otoritas moneter dan fiskal merespons.
Dewan Gubernur siap buat menyesuaikan kebijakan moneter lebih lanjut jika diperlukan buat mensuport perbertambahan ekonomi dan menjaga inflasi buat mencapai sasaran.
Bank sentral terus memantau kondisi keuangan dan ekonomi, dengan koordinasi beserta otoritas fiskal dan bank sentral negara-negara G7 lainnya, papar BoC dalam pernyataan resminya.
Kesepakatan BoC diambil hanya berjarak 2 hari setelah teleconference dengan para menteri keuangan dan pimpinan bank sentral bersama negara G7, dan sehari sehabis The Fed launching pemangkasan suku bunganya.
Hingga sampai saat ini, telah 3 bank sentral primer yang launching langkah pengurangan moneter konkrit gegara endemi virus Corona.
Berikutnya, sejumlah dari bank sentral lain diperkirakan akan menginkatkan stimulus moneter masing-masing.
Namun, semua langkah ini belum mampu membendung potensi dampak jelek endemi terkait. Aktor pasar masih cenderung berhati-hati.
Terkait keputusan Federal Reserve kemarin buat mengurangi bunga sebesar 50 basis poin, ada peningkatan tekanan dalam Bank of Canada buat mengikuti jejaknya, dan itulah yang mereka lakukan, kata James Knightley menurut ING Bank.
Bagaimanapun, outlook ekonomi telah turun bahkan sejak sebelum ketakutan pada virus Corona mengntimidasi Kanada. Perbertambahan GDP sudah melambat jadi hanya 0.3 % annualised dalam kuartal IV/2019.
Nampaknya terdapat kemungkinan aktivitas kuartal I/2020 akan tertekan dampak disrupsi rantai pasokan lantaran penutupan pabrik-pabrik di China dan bagian Asia lain.






