Pasangan GBP/USD mendaki lebih kurang 0.5 % ke posisi 1.2815 dalam sesi Eropa hari ini. Pound yang juga unggul versus Yen Jepang dan Euro.
Usaha rebound Pound terus berlanjut sampai sesi New York, sehubungan menggunakan harapan pasar agar otoritas moneter menaruh dukungan tambahan untuk perekonomian pada tengah ancaman efek endemi virus Corona yang semakin berlarut-larut.
Dalam stersebutasi rentan misalnya kini , kurs aset-aset berisiko -seperti Poundsterling cenderung melemah. Pound juga mengalami desakan serupa dalam pekan lalu.
Akan tetapi, sentimen risiko pasar sudah pulih dalam perdagangan hari ini. Bursa saham mulai menanjak lagi lantaran peningkatan harapan katalis moneter pada hampir seluruh bank sentral dunia, sebagai akibatnya ikut mendongkrak kurs Pound.
Harapan buat respons terkoordinir buat menangani endemi COVID-19 oleh pemerintah dan bank-bank sentral mayor telah mendorong rebound di Wall Street, diikuti menggunakan sesi Asia.
ECB kemarin merupakan bank sentral mayor terakhir yang mengatakan kesiapan buat mengambil tindakan.
Bank sentral Australia memangkas suku bunga ke posisi terendah 0.5 %, tegas Hann-Ju Ho, seorang ekonom di Lloyds Bank.
Tadi sore, Gubernur BoE Mark Carney memberikan isyarat sama dovish-nya dengan ECB pada pelaku pasar.
Sembari menampik probabilitas suku bunga negatif, Carney mengungkapkan wangsit buat menanggulangi dampak endemi virus Corona menggunakan bauran kebijakan moneter dan fiskal.
Tak bisa dipungkiri, pernyataannya memberikan dukungan peningkatan probabilitas pengurangan suku bunga BoE pada rapat kebijakan pada tengah bulan ini.
BoE sekarang sedang menjalankan suku bunga acuan sebesar 0.75 %. Pengurangan kemungkinan dilakukan sebanyak 0.25 %, dengan peluang pengurangan tambahan pada beberapa saat ke depan.
Selain informasi suku bunga, trader GBP juga mempertimbangkan sejumlah kabar baru. Pertama, dimulainya negosiasi Inggris menggunakan Uni Eropa buat mencapai konvensi perdagangan pasca brexit.
Awal negosiasi dalam hari Senin kemarin terlihat relatif sepi retorika, namun masih ada sejumlah kasus krusial di dalamnya yang bisa memberikan tekanan terhadap Pound sepanjang tahun ini.
Kedua, laporan ekonomi Inggris tergolong solid apabila dibandingkan dengan sejumlah negara asal mata uang mayor lain.
Jika pemerintah Inggris berhasil memerikan sejumlah stimulus fiskal bulan ini, sudah bisa dipastikan outlook ekonomi bisa pulih lebih cepat.






