Buge Satrio yaitu seseorang analis teknikal dan fundamental sekaligus pula Full Time Trader Indonesia. Berhimpun menggunakan Seputarforex mulai sejak tahun 2014.
Alumni jurusan IT dari suatu Kampus Swasta pada Jakarta itu mantap buat purna tugas awal dari pekerjaannya pada suatu perusahaan tehnologi. Cerita panjang serta cara-caranya jadi trader forex Full Time bakal pada jabarkan dalam artikel itu.
Buge Satrio mengetahui forex mulai sejak pertengahan tahun 2003. Saat ini, trading tetap menggunakan basis MetaTrader 3 serta koneksi internet belumlah selancar waktu ini.

Buge yang baru lulus kuliah serta bekerja di suatu perusahaan media bikin itu mengawali karier forex menggunakan pelajari beragam pertanda teknikal.
Dan konsentrasi dalam analisa teknikal saja. Ia baru berani lakukan deposit pertama kalinya dalam tahun 2005. Akhirnya? Semakin poly alami Margin Call MC daripada withdrawal.
Analisis Fundamental Tidak Kalah Utama
Pada tahun 2008, berlangsung krisis Subprime Mortgage Alaihi Salam yang kemudian menyebabkan krisis finansial global.
Momen berikut yang buka ihwal baru buat Buge Satrio, lantaran lalu beliau rajin pelajari majemuk hal yang berbau fundamental dengan membaca banyak artikel berbahasa Inggris dengan cara online.
Dari situ pula beliau pada akhirnya membiasakan diri buat menulis analisis teknikal yang pada dukung menggunakan analisis fundamental.
Full Time Trader Indonesia itu menuturkan, Siklus laju harga periode menengah hingga periode panjang suatu paan mata uang poly ditetapkan ketidaksamaan kebijakan moneter bank sentral pada samping data inflasi, jobs data, dan data ekonomi utama yang lain.
Oleh karena tersebut, analis itu mengutamakan mengerti kebijakan moneter dalam satu negara, walau sekedar hanya memahami suku bunganya yang akan dinaikkan hawkish atau di turunkan dovish.
Sepanjang 2008 sampai 2013, Buge lakukan sebagian uji coba dengan account demo.
Maksudnya supaya memperoleh trading contoh senyaman mungkin saja dengan resiko yang sekecil mungkin saja. Hasil berdasarkan uji coba ini terdapat 3:
Manajemen Resiko Ala Buge

Lewat eksperimennya, Buge mengerti kalau resiko dan sasaran yang nir agresif malah memberi keuntungan cukup berkelanjutan. Akhirnya, ia tambah nyaman dengan target mingguan cuma 2% serta target bulanan 4%.
Jadi, bila pada tiga minggu sudah bisa sampai atau melewati sasaran 4 %, jadi ia lebih sukai jadi pemirsa saja hingga akhir bulan. Dapat dengan juga cukup buka account Cent buat sebatas menguji posisi dukungan dan resistance.
Resiko yang beliau gunakan pula mini . Tak kian lebih 1 % dalam keseluruhan Equity pada satu atau sebagian open tempat perdagangan Intraday.
Bila saya konsentrasi dalam dua pair pada hari yang sama, contohnya EUR/USD dan GBP/USD, jadi 1 % itu saya buat dua, hingga semasing jadi 1/2 %, urai Buge.
Ketentuan ini juga terkadang atlah bergantung pada Trading Rencana serta keadaan teknikal, sampai pada prakteknya, Full Time Trader Indonesia itu tak jarang menggunakan seperlima hingga tiga perempat % saja, dan tidak sempat kian lebih dua pair pada sehari transaksi Intraday.






