Dolar Australia menguat sesudah Bank Sentral Australia RBA menginformasikan kebijakan moneternya, Selasa 03Juli hari itu.
Suku bunga dipertahankan di posisi rendah 1. 5 %, menandai ketentuan yang sama dalam 23 kali rapat berturut-turut. Lemahnya gaji pekerja serta tingginya utang tetap jadi permasalahan paling utama yang disoroti oleh bank sentral.
Kebijakan Moneter RBA Juli 2018 Tak Berubah
Kebijakan moneter RBA kesempatan ini sesuai sama harapan beberapa ekonom. Kenaikan suku bunga juga diprediksikan tidak bakal diaplikasikan tahun itu sd 2019.
Walau perekonomian Australia dinilai baik terutamanya dalam bidang penciptaan lapangan kerja, inflasi tetap dibawah sasaran. Oleh karena tersebut RBA menyampaikan belum merubah rate-nya.
Dalam rapat bulan lalu, RBA keluarkan pernyataan kalau suku bunga sekarang ini tetap sesuai sama perkembangan ekonomi, sambil memprediksi bila harga konsume bakal sampai 2%. Tetapi dalam rapat kesempatan ini, Philip Lowe menyinggung permasalahan rendahnya gaji pekerja serta tingginya posisi utang.
Perkembangan upah tetap rendah. Hal semacam ini nampaknya bakal berlanjut untuk sekian waktu, meski perekonomian yang menguat perlahan bisa mengusung upah pekerja, kata Lowe. Gubernur RBA itu meneruskan dengan:
Berkelanjutan dengan hal semacam ini, tingkat perkembangan gaji mesti sesuai, terpenting dengan tetap ada laporan tentang makin jumlahnya skill rendah di beberapa daerah di Australia.
Sally Auld, analis JPMorgan, menyikapi kebijakan RBA hari itu. Ia menyampaikan kalau RBA tetap jauh dari peluang untuk merubah sentimennya.
Bahkan juga contohnya celah kenaikan suku bunga nampak dengan cara terinci, masih tidak ada yang bisa merubah perpektif RBA, hingga data yang ada telah tidak sekali lagi







