Dalam perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga mendekati pasar Eropa yang di buka hari Selasa pekan ini, berbeda dengan biasanya untuk dolar AS yang terus memberikan tekanan pada mata uang utama Asia Pasifik terutama pada yen serta yuan, di mana pasar terpengaruh percepatan pemilu yag di Jepang yang menjadi kan situasi tidak aman.
USDJPY untuk sementra berada di 111, 84 di mana pada sesi penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 111,55. Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sementara ada di level 0,7974 di banding pada sesi penutupan dalam perdagangan sebelumnya berada di 0,7955. Untuk mata uang China, yuan atau USDCNY untuk saat ini bergerak di 6,5915 setelah dalam pagi tadi memasuki sesi penutupan berada di 6,5715.
Sedangkan untuk akhir minggu kemarin, Perdana Menteri Shinzo Abe yang menyebutkan parlemen Jepang untuk memajukan jadwal penentuan umum yang semestinya dalam awal tahun depan jadi bulan depan, yang mana bagian legitimasi akan semakin besar diminati pihak Abe dalam menggerakkan pemerintahannya adalah alasan yang paling utama kenapa jadwal pemilu itu dimajukan.
Pasti hal semacam ini akan buat pasar sedikit gaduh dan semua akan merasakan hal yang sama dan itu jelas tidak pernah ada dalam konsep sejumlah investor dunia yang saat ini menggerakan pasar yen, bahkan hari ini tak ada lapran ekonomi Jepang yang menahan pelemahan untuk yen yang saat ini sedang bergerak naik pada psikologisnya di ¥112 utnuk per dolar AS. Sedangkan untuk kondisi yang ada di Korea tidak memanas kembali hingga tidak muncul sebuah perbedaan makna dari safe haven yen lagi.
namun selama ini, pelemahan yen yang masih tetap digolongkan masih dalam kondisi yang normal saja dengan akan terus bertahan diatas level ¥109 serta berada di bawah level ¥112. Sedangkan untuk Investor masih melihat pergerakan dari mereka dengan sedikit kekhawatiran dengan keadaan ekonomi AS saat badai-badai yang sudah pernah terjadi mungkin kondisi ekonomi AS sebagian waktu lalu hingga pemerintah AS memerlukan ratusan miliar dolar AS biaya pemulihan serta itu bisa memberikan pengaruh terhadapp laju perkembangan ekonomi AS pada kuartal ke-3 dalam tahun ini.






