Beberapa customer UK kurangi pengeluaran mereka terbanyak dalam lebih dari empat tahun di bulan Oktober, sekian menurut satu survey dari perusahaan pembayaran Visa, yang memberikan tanda-tanda beda kalau trend pengetatan pendapatan sekarang ini tengah masuk perjalanan menanjak.
Menurut Visa, berbelanja customer yang sesuai dengan inflasi serta dampak musiman, turun sebesar 2, 0 % di bulan Oktober dibanding dengan bulan yang sama pada tahun lalu, berdasar pada data kartu debet serta creditnya, penurunan ke-5 dalam enam bulan paling akhir. Dengan bulanan, berbelanja turun 0, 9 % dari bulan September.
” Angka-angka itu adalah tanda desakan pada aturan rumah tangga bahkan juga sebelumnya kenaikan suku bunga Bank of England beberapa waktu terakhir, ” kata Mark Antipof, kepala komersial Visa.
Pada 2 November, BoE menambah suku bunga referensi jadi 0, 50 % dari 0, 25 %, walau banyak ekonom memperingatkan kalau inflasi tinggi serta perkembangan gaji yang lemah sudah begitu menghimpit pengeluaran rumah tangga.
Satu survey yang diterbitkan pada hari Senin juga tunjukkan kalau beberapa entrepreneur UK diprediksikan juga akan sedikit menambah upah beberapa pekerja mereka walau ada keinginan yang kuat untuk beberapa pekerja serta tingkat pengangguran yang rendah.
Visa menyebutkan berbelanja baju serta alas kaki alami penurunan paling besar pada bulan Oktober, turun 9 % pada basis tahunan, karena cuaca yang hangat buat beberapa konsumen melepas baju musim dinginnya.
Penurunan juga tampak di ruang pengeluaran paling utama yang lain seperti minuman dan makanan, rekreasi serta budaya yang hingga sekarang ini berkembang dengan kuat.
Visa menyebutkan kalau penjualan Black Friday serta Cyber Monday pada bulan November juga akan berikan sinyal lebih terang mengenai bagaimana nantinya penjualan musim Natal juga akan terjadi.
Data lemah dari Visa itu menggemakan bebrapa survey beda yang tunjukkan perlambatan tajam dalam berbelanja beberapa customer UK di bulan Oktober.
Beberapa ekonom memprediksi data penjualan ritel resmi, yang juga akan dipublikasikan pada hari Kamis, juga akan tunjukkan kejatuhan paling tajam mulai sejak Maret 2013, waktu dimana ekonomi UK baru mulai bangkit dari kelesuan saat krisis global.






