Inggris merupakan negara dengan jumlah masalah COVID-19 terbanyak ke-8 untuk saat ini. Berdasarkan laporan Hopkins CSSE, hingga hari ini ada 48.451 masalah positif COVID-19, dengan 4.943 orang meninggal, dan 229 sembuh.
Tidak hanya itu Pangeran Charles Pewaris tahta kerajaan sebelumnya sekitar juga dinyatakan positif.
namun telah sudah dinyatakan sembuh akhir minggu kemarin. Informasi dari pemerintahan Matt Hancock, Sekretaris Kesehatan Inggris dan Kepala Petugas Media Chris Whitty jugapositif corona.
Sementara Dominic Cummings penasihat PM, saat ini sedang mengkarantina diri. Guna menghindar pandemi COVID-19, MENKEU Inggris, Rishi Sunak pada pertengahan Maret kemudian merilis paket stimulus sebesar 330 miliar poundsterling US$ 398 miliar.
Kami akan mendukung pasar tenaga kerja, kami akan mendukung sektor pendapatan, kami akan membantu untuk usaha. Kami segera melakukan apapun yang akan diperlukan, kata Sunak pada 17 Maret lalu
Selain pemerintah, Bank of England/BoE juga memberikan stimulus moneter denganmenurunkan suku bunga menjadi 0,1 juga dengan program pembelian aset atau QE yang jumlahnya ditambah sebagai 645 miliar poundsterling dari sebelumnya sekitar 435 miliar poundsterling.
Untuk saat ini ketua negara terserang COVID-19 misalnya ini, akan mengakibatkan kecemasan bagi penguasa mata uang poundsterling dan aset pada bentuk poundsterling lainnya, istilah Masafumi Yamamoto, ketua strategi mata uang pada Mizuho Sekutitas Tokyo.






