DXY terjerembab ke rekor paling rendah dua minggu pada posisi 97.04 dalam perdagangan session New York kemarin.
Karena pengumuman arah kebijaksanaan bank sentra AS yang dipandang sarat dengan muatan dovish.
Waktu berita dicatat pada awal session New York Kamis 12/12, tempat DXY sudah bergerak ke rata-rata 97.21, walau belum dapat keluar dari rata-rata terendahnya.
Di hari Rabu, beberapa anggota rapat kebijaksanaan Federal Open Market Committee FOMC putuskan untuk biarkan suku bunga masih pada rata-rata 1.50-1.75 %, sesuai dengan harapan pasar.
Namun, dewan kebijaksanaan paling tinggi pada tubuh Federal Reserve itu meluncurkan pola dot plot yang tunjukkan jika mereka kemungkinan gagal meningkatkan suku bunga pada tahun 2020.
Dot plot awalnya menyaratkan 1x kenaikan suku bunga Fed tahun kedepan, tapi dot plot paling baru tidak berisi prediksi itu.
Greenback dirundung tindakan jual massal sesudah launching pengumuman itu. Untungnya, Ketua Fed Jerome Powell menyaratkan jika faksinya tidak akan memotong suku bunga dalam tempo dekat.
Menurut Powell, sepanjang perkembangan ekonomi AS dipertahankan, pasar tenaga kerja masih kuat, serta inflasi dekati sasaran simetris 2 %, karena itu tingkat suku bunga sekarang akan wajar untuk dipertahankan.
Dia memperjelas kembali jika pertukaran suku bunga akan membutuhkan penilaian materiil pada outlook kami.
Pasar suka pada penegasan Powell jika dia ingin melihat kenaikan inflasi yang ‘signifikan’ serta ‘terus menerus’ sebelum meningkatkan suku bunga, serta dia mengundang perhatian ke efek pada perolehan sasaran inflasi, papar Ian Shepherdson.
Selanjutnya, dia memberikan tambahan, The Fed tidak meningkatkan suku bunga dalam tempo dekat, tapi gampang sekali lihat jika data inflasi dapat membuat peluang pemotongan selanjutnya itu makin minim.
Tetapi, tempo hari, pasar fokus pada penghilangan forecast kenaikan suku bunga 2020 serta penilaian Powell yang lunak pada deskripsi inflasi sekarang hingga pengumuman FOMC dipandang dovish serta menyebabkan tindakan jual Dolar AS-red.
Mazen Issa dari TD Securities mengemukakan opini seirama. Tuturnya, Kami condong untuk berpikir jika reaksi pasca-Fed itu palsu.






