Pasangan EUR/USD sempat mencapai puncak di rekor paling tinggi dua minggu pada posisi 1.1043 Kamis 12/12.
Sebab didongkrak oleh beberapa aktor pasar yang sedih melihat pengumuman kebijaksanaan bank sentra AS paling baru.
Tetapi, tempatnya lengser ke rata-rata 1.1016 pada awal session New York, selesai pengumuman kebijaksanaan bank sentra Eropa.
Meskipun Presiden ECB Christine Lagarde memupus potensial stimulus moneter masif, tapi bank sentra menyaratkan kemauan untuk menjaga suku bunga negatif dalam periode waktu lama.
Dalam kata lain, arah kebijaksanaan ECB masih lebih dovish dibanding Federal Reserve.
Dalam rapat kebijaksanaan ini hari, ECB biarkan suku bunga deposit masih pada rekor paling rendah -0.5 %, sesaat suku bunga referensi untuk refinancing serta utang marjinal semasing pada posisi 0 % serta 0.25 %.
ECB menjaga program Quantitative Easing berbentuk pembelian obligasi sebesar 20 Miliar Euro.
Suku bunga negatif serta QE akan dikerjakan bersama hingga ECB melihat outlook inflasi naik kuat ke posisi yang dekati, tetapi dibawah 2 %, dalam prediksinya, serta kenaikan itu direfleksikan dengan berkelanjutan dalam dinamika inflasi yang mendasarinya,
Ini adalah ketetapan ECB perdana dibawah kepemimpinan Presiden Christine Lagarde.
Lagarde memudahkan muatan dovish dalam pengakuan kebijaksanaan dengan menjelaskan jika Zone Euro tidak ada dekat dengan Japanisasi serta tidak dekati kondisi dimana stimulus akan bikin rugi perekonomian.
Tetapi, dia tidak memberi isyarat akan meningkatkan suku bunga atau mencabut QE dalam tempo dekat.
Pada saat yang sama, Lagarde kembali merayu beberapa negara anggota Zone Euro supaya mengeluarkan stimulus fiskal untuk menggairahkan perekonomian dengan simultan.
ECB saat ini bekerja dibawah tips ke depan kontijensi dalam suku bunga serta QE, menyaratkan jika suku bunga akan negatif serta QE akan diteruskan, sampai bank sentra dapat memprediksi dengan meyakini jika inflasi akan sampai sasaran 2 %.
Jelas sekali, ini akan memerlukan waktu lama, tutur Claus Vistese, pimpinan ekonom Zone Euro di Pantheon Macroeconomics.
Keseluruhannya, pengakuan kebijaksanaan ECB kesempatan ini tidak mengubah outlook Euro benar-benar.
Di lain sisi, aktor pasar masih menyorot penyelenggaraan pemilu Inggris yang bisa saja mengubah apa brexit akan diwujudkan dengan damai atau kembali hadapi ketidakpastian.
Sedangkan untuk posisi Euro dapat terpengaruh oleh hasil pemilu Inggris dalam perdagangan ini hari, sebab beberapa negara Zone Euro mempunyai potensi hadapi efek ekonomi dari brexit juga.






