Setelah memberikan penilaian memakai dua pendekatan: dari prediksi “ sempit ”frekuensi tinggi yang seutuhnya tergantung pada ketidaksamaan dari kondisi tingkat suku bunga (memakai sampel yang berotasi hingga lima tahun).
Dari perkiraan periode panjang yang mempertimbangkan ketidaksamaan suku bunga, ketidaksamaan perkembangan, saldo fiskal serta ketetapan perdagangan (memakai empat puluh lima tahun data kuartalan).
“Dengan tolak ukur yang sangat sempit, USD undervalued dari spread 12% yang melawan 10yr dengan jumlah 14% yang semakin besar dibandingkan 2yr spread. Saksikan slide satu. Kondisi tersebut mungkin saja sangat berarti akan tetapi tidak terlalu ekstrim.
Sedangkan untuk Indeks USD terlebih menolak spread yield untuk periode yang akan diperpanjang dari tahun 2002 sampai tahun2004, yang masih menggunakan penilaian yang lebih rendah menjangkau 25%.
Dalam masa itu mungkin saja dapat dibuktikan jadi analog historis yang begitu relevan pada saat itu spread yield sebagai salah satu trend yang sangat kuat dalam mensupport USD namun perkembangan global juga bertambah serta defisit AS yang kian melebar karena terjadi pemotongan pajak. ”
“Tidak hanya itu, pihak dari kami juga memprediksi valuasi periode panjang yang mempertimbangkan seperangkat kemampuan fundamental yang lebih akan menjangkau lebih luas : terkecuali suku bunga kami memakai ketidaksamaan perkembangan/produktivitas, ketetapan neraca perdagangan serta fiskal.
Dari laporan realitas disini mengungkap jalinan terbalik pada defisit fiskal serta USD, terlebih karena perubahan pada tahun 1970 hingga 1980.
Ketika itu, defisit yang semakin besar bersamaan dengan USD yang lebih kuat serta demikian sebaliknya. Tetapi, dalam dasawarsa yang lebih baru, jalinan itu sudah melemah serta banyak efeknya dimainkan lewat penambahan premi periode panjang – satu perubahan yang tidak senantiasa positif USD. ”
“Namun, USD nampaknya undervalued pada kemampuan mendasar yang semakin lebih luas, dari target ukuran kami sekitaran 9%. Seperti dengan ukuran yang lebih kecil tetapi itu tidak ekstrim. Deviasi maximum USD dari keseimbangan umumnya sekitar pada 10-20%.
Melihat pergerakan over/undershooting umumnya bertahan 2-3 tahun juga, sedang berada di siklus ini USD cuma undervalued sepanjang enam bulan. ”






