Pasangan USD/JPY sempat sentuh rekor paling rendah tiga bulan pada posisi 107.77 dalam perdagangan hari Senin 6/1. Walau tempatnya sudah sembuh ke posisi 108.10 mendekati pembukaan session New York, tapi masih condong tertekan.
Kondisi yang sama ditemui juga oleh beberapa major pair yang peka pada sentimen efek pasar, seperti AUD/USD. Masalahnya perselisihan AS dengan Iran semakin menegang di akhir minggu.
Tempo hari, Teheran menginformasikan tidak melakukan tuntutan penetapan kegiatan nuklir yang tertuang dalam persetujuan nuklir 2015 yang dulu disepakatinya bersama dengan 5 anggota DK PBB serta Uni Eropa.
Langkah itu diambil jadi balasan atas langkah Amerika Serikat yang mangkir dari persetujuan itu pada tahun 2017, dan pembunuhan pada salah satunya petinggi militer senior-nya belakangan ini.
Di lain sisi, Presiden AS Donald Trump meneror akan membombardir beberapa situs peninggalan kuno di Iran jika Teheran berani lakukan serangan balasan pada aset-aset AS.
Menteri Luar Negeri AS mengungkapkan persiapan untuk menyelesaikan beberapa pejabat Iran yang lain.
Eskalasi perselisihan AS-Iran makin tingkatkan nuansa kritis di pasar keuangan.
Harga komoditi minyak mentah melejit makin tinggi, kapasitas bursa saham melemah, sesaat aset-aset safe haven seperti Yen Jepang serta Franc Swiss makin bertambah.
Apabila momen di Timur Tengah bertambah dengan kronis, tempat yang begitu berat pada aset-aset beresiko sekarang dapat menyebabkan revisi 7-10 % pada pasar ekuitas global, kata Chris Turner dari ING Bank.
Sambungnya, Yen Jepang seharusnya unggul -terutama pada mata uang-mata uang yang peka efek serta ter-ekspos dengan cara langsung pada export minyak lewat Selat Hormuz, seperti Won Korea serta Rupee India.
Ulrich Leuchtmann, pimpinan analisa FX serta Komoditi di Commerzbank, mengemukakan opini seirama. Tuturnya, Serangan udara AS ke Iran sudah menyebabkan pelarian ke safe haven di pasar mata uang.
USD serta JPY diuntungkan, sesaat EUR, serta khususnya mata uang negara berkembang jadi pecundang. Tidak butuh cari fakta mendasar.
Refleks pasar mata uang untuk lakukan apa yang terjadi pada kondisi yang sama di waktu dulu.







