Beranda Analisa Forex USD/JPY Menurun Memasuki Pertengahan Pekan

USD/JPY Menurun Memasuki Pertengahan Pekan

564
0

Nilai tukar yen kembali melemah menantang dolar Amerika Serikat AS pada session perdagangan tengah minggu Rabu 27/11/19.

Sampai tempo hari, Mata Uang Negeri Matahari Keluar ini telah melemah dalam enam hari berturut-turut.

Keinginan akan terdapatnya persetujuan dagang di antara AS dengan China membuat sentimen aktor pasar lebih baik serta membuat daya tarik yen jadi asset aman safe haven menyusut. Membaikknya sentimen aktor pasar tercermin dari gerakan bursa saham.

Bursa saham AS Wall Street kembali cetak rekor paling tinggi pada perdagangan Selasa tempo hari, serta sebagian besar bursa saham Asia menghijau pada Rabu pagi tempo hari.

Selasa tempo hari Wakil Pertama Menteri China, Liu He, bicara dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer serta Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Kedua pihak mengulas penyelesaian beberapa masalah pokok sebagai perhatian bersama dengan, sampai konsensus bagaimana permasalahan itu dituntaskan serta sepakat untuk terus berdiskusi tentang desas-desus untuk persetujuan babak satu catat launching Kementerian Perdagangan China.

Sesudah berita itu berdesir, Presiden AS Donald Trump memberi pengakuan Washington ada di bahasan paling akhir persetujuan dengan China yang akan hentikan perang dagang yang telah berjalan sepanjang 16 bulan.

Lihat pengakuan Trump, persetujuan dagang kelihatannya harus menanti paling tidak sampai akhir minggu Kyosuke Suzuki, direktur forex di Societe Generale Tokyo.

Saya fikir pasar bertaruh kedua pihak selalu berkompromi untuk perundingan bea masuk. Bila hal itu berlangsung, kita akan lihat tindakan buy-on-rumour-sell-on-fact pada USD/JPY imbuhnya.

Pengakuan paling akhir Suzuki menunjukkan bila perudingan dagang belum sampai persetujuan dalam tempo dekat, kurs yen dapat kembali kuat menantang dolar AS.

Sampai sekarang Presiden Trump belum juga menggagalkan gagasan kenaikan bea masuk importasi dari China pada 15 Desember akan datang.

Bila sampai tanggal itu ke-2 negara belum meneken persetujuan, perang dagang beresiko kembali menghangat.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses