Pasangan USD/JPY menempati di posisi paling tinggi dua minggu sebesar 108.62 memasuki sesi perdagangan Jumat 26/7.
Reli berlangsung sebab aktor pasar mulai menyangsikan prospek pemotongan suku bunga dari The Fed untuk tahun ini. Tetapi, mendekati launching data Gross Domestic Product Amerika Serikat, sebagian besar trader serta investor nampaknya pilih untuk wait and see.
Data tentang pesanan barang modal yang dikeluarkan hari Kamis menggerakkan tindakan beli Dolar AS, sekaligus juga mengangkat yield obligasi US Treasury.
Aktor pasar menghadapi surprise positif terhadap data GDP Amerika Serikat yang akan diterbitkan malam nanti. Mengakibatkan, harapan tentang pemotongan suku bunga The Fed bulan ini juga turut menyusut.
Rapat yang akan berlangsung tanggal 30-31 Juli, bank sentra AS Federal Reserve sekarang direncanakan masih akan memotong suku bunga sebesar 25 basis point, tapi tidak memotong suku bunga kemudian.
Harapan pemotongan suku bunga sebesar 50 basis point juga menghilang. Selain itu, Bank of Japan BoJ diduga masih menjaga suku bunga kecil serta program pembelian obligasi, tapi hampir tidak ada harapan untuk pelonggaran moneter penambahan.
Pasar sudah berlaku terlalu berlebih dengan harapan pemotongan suku bunga The Fed, serta saat ini dimulainya koreksi, tegasTakuya Kanda.
Pendapat Kanda menyaratkan kekuatan penguatan Greenback mendekati rapat kebijaksanaan Fed, tapi reli pada mata uang mayor lain tetap dibatasi oleh sikap aktor pasar yang condong wait and see.
DXY naik sebesar 0.1 % memasuki sesi perdagangan hari, tapi EUR/USD condong bergerak sideways. Pasangan GBP/USD melemah karena penambahan prospek pemilu awal serta No Deal Brexit, tapi fluktuasi bahkan terbatas dalam posisi yang terbentuk pada awal minggu.
Launching data GDP AS malam nanti direncanakan akan tunjukkan perkembangan ekonomi sebesar 1.8 % Quarter-over-Quarter memasuki kuartal II/2019, berada di posisi semakin rendah dibanding kapasitas 3.1 % dalam kuartal awalnya.
Tetapi, investor akan fokus pada elemen berbelanja customer untuk mengukur sebegitu tangguhkah mendasar negeri Paman Sam dalam mengatasi intimidasi perlambatan ekonomi global.






