Ada yang meramalkan pound sterling dapat rebound, ketentuannya PM Inggris merubah dikit sikapnya. Johnson sampai sekarang masih kokoh akan bawa Inggris mundur dari Uni Eropa tanggal 31 Oktober dengan persetujuan atau tanpa ada persetujuan sekalinya.
Kepala forex serta komoditas untuk Asia Pasific dari UBS Global Wealth Management Dominic Schnider, meramalkan sikap Johnson nanti akan bisa berubah , serta akan memperhitungkan jalan paling baik untuk Inggris.
Jadi seseorang perdana mentri, semuanya dapat beralih, serta kami fikir terdapatnya dikit peluang negosiasi Brexit akan diperpanjang tegas Schnider. Schnider menjelaskan bila Johnson mengubah dikit saja sikapnya, maka ada resiko untuk pound sterling.
Bila pasar mulai sadar kemungkinan hard Brexit no deal terus berkurang, saya fikir pound sterling akan kuat kembali. Jadi peluang kita akan lihat pound sterling bergerak mengarah Utara kuat di posisi US$ 1,30 sampai US$ 1,35 tegas Schnider.
Pengakuan Schnider pas bila dikorelasikan dengan gerakan poundsterling Kamis tempo hari. Tanpa ada alasan yang pasti mata uang Inggris ini sudah sempat kuat 0,6% ke US$ 1,2517 dalam perdaganagn spot, merilis data Refinitiv.
Gerakan ini mungkin saja menghadapi pergantian sikap Boris Johnson waktu menyampaikan pidato pertama jadi Pertama Menteri Inggris.
Poundsterling sampai kini terus tertekan karena kekuatan berlangsungnya no-deal Brexit sampai sentuh level paling rendah semenjak April 2017 pada minggu kemarin.
Sesudahnya poundsterling belum juga turun . Gerakan itu memberi deskripsi sampai sekarang aktor pasar masih yakin bila Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober dengan beberapa persetujuan terhitung waktu peralihan.
Ini membuat poundsterling masih ragu-ragu untuk turun lebih dalam, serta ada peluang benar akan kuat bila Johnson mengubah sikapnya.






