Kues yen bergerak menguat kontra dolar Amerika Serikat AS dalam perdagangan Jumat 6/3/2020 kondis tersebut melanjutkan penguatan tajam dan berada di zona hijau terbaik dari sejak September 2019.
Negara Bagian California yang menyatakan darurat virus corona, serta bank sentral AS Federal Reserve/The Fed yang diprediksi akan agresif dalam memangkas suku bunga menciptakan dolar AS babak belur.
Kasus virus corona pada Negeri Paman Sam meningkat drastis di pekan ini, berdasarkan data menurut Johns Hopkins CSSE tercatat jumlah kasus sebesar 233 orang.
Negara Bagian California bahkan sudah memberlakukan status darurat lantaran korban jiwa pada Negeri Paman Sam yang terus bertambah, waktu ini menjadi 11 orang.
Secara global, virus corona kini sudah menjangkiti nyaris 100.000 orang, dengan 80.552 orang terjangkit di China. Dari total yang terserang tersebut, sebanyak 3.383 orang dilaporkan mangkat global, dan 55.398 orang sudah pulih.
Besarnya efek virus corona pada perekonomian AS masih sangat nir menentu dan berubah-ubah. Melihat latar belakang tersebut, anggota dewan mengklaim risiko pada outlook perekonomian telah berubah secara material.
Merespon hal tersebut, kami telah melonggarkan kebijakan moneter untuk memberikan lebih banyak support ke perekonomian kata Powell.
Pemangkasan tersebut telah diprediksi sang aktor pasar, tetapi terjadi lebih cepat dari jadwal RDG 2 pekan yang akan mendatang.
Kini, aktor pasar kembali memprediksi The Fed yang akan mengurangi jumlah suku bunga 25 bps waktu melaunching suku bunga pada tanggal 18 Maret 19 Maret waktu Indonesia nanti.
Tidak cukup sampai di situ, The Fed jua diprediksi akan kembali memangkas suku bunga sebanyak 50 bps pada bulan April mendatang. Akibatnya prediksi tersebut, dolar AS terus stress melawan yen.






