Beranda Analisa Forex AS: Hasil NFP Naik, FED Cut Rate Jadi Perhatian

AS: Hasil NFP Naik, FED Cut Rate Jadi Perhatian

646
0

Membaiknya rangkaian data ketenagakerjaan AS yang dirilis pada hari Jumat 06/03 pekan yang lalu masih belum mamu mampu mendongkrak Dolar AS.

Mata uang tersebut masih terpuruk lawan Euro dan Yen, dengan EUR/USD yang dalam perdagangan di 1.1355, posisi tertinggi 8 bulan, dan USD/JPY dalam perdagangan di 104.99.

DXY menurun 1.5 % ke 95.67. Non Farm Payroll AS bertambah sebesar 273,000 memasuki bulan Februari 2019, lebih besar dibandingkan harapan penurunan ke 175,000.

Sedangkan NFP AS bulan Januari juga direvisi bergerak naik dari 225,000 ke angka yang sama dengan NFP Februari.

Perolehan NFP AS kali ini merupakan yang tertinggi sejak bulan Mei 2018. Meningkatnya ketenagakerjaan keposisi tertinggi terjadi di sektor jasa kesehatan dan sosial, jasa makanan dan minuman, dan pemerintahan.

Sedangkan, Average Hourly Earnings bulanan AS bergerak naik tipis ke 0.3 % berdasarkan 0.2 persen di bulan Januari, sesuai menggunakan ekspektasi. Sedangkan jumlah pengangguran berkurang sebagai 3.5 %, dari 3.5 % sebelumnya.

Departemen Ketenagakerjaan AS membukukan bahwa syarat pasar energi kerja pulih sebelum wabah Corona merambah negara pimpinan Donald Trump tersebut.

Virus Corona sendiri telah masuk ke AS semenjak Februari lalu, dan informasi pasien meninggal pertama diumumkan dalam pekan lalu.

The Fed pun berkiprah cepat memangkas suku bunga buat mengantisipasi gangguan ekonomi yang semakin meluas.

Ini merupakan hal yang serius, bukan yang buruk, dimana ekonomi AS berjalan menggunakan kaki yang kuat pada tengah penyebaran wabah virus Corona, kata Neil Dutta, ekonom menurut Renaissance Macro Research.

Ya, ini info virus Corona memang mengkhawatirkan. Namun, ekonomi berurusan dengannya berdasarkan posisi yang kuat.

Meski sektor tenaga kerja positif, ekspektasi akan mutilasi suku bunga tambahan oleh The Fed pasca Rate Cut secara mengejutkan Rabu kemarin sudah mengakibatkan goncangan pada yield obligasi US Treasury.

Penyebabnya adalah keruntuhan pasar ekuitas dan yield obligasi AS pekan ini, tegas Kenneth Broux, analis menurut Societe Generale.

Ini adalah reaksi spontan. Apa yang kita alami sekarang adalah reversal yang jelas disebabkan oleh menurunnya ekuitas AS dan tekanan diferensial.

Realitanya adalah The Fed sudah merogoh langkah awal. Tak terdapat yang tahu seberapa lama endemi ini akan terjadi. Saya masih memprediksi Dolar akan memantul naik.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses