Beranda Analisa Forex US Building Raih Rekor Tertinggi

US Building Raih Rekor Tertinggi

534
0

DXY naik ke rekor tertinggi sejak Oktober 2019 pada kisaran 99.62. Apresiasi Greenback terjadi setelah publikasi data Ijin Bangunan Building Permits yang mencatat rekor tertinggi dalam hampir 13 tahun terakhir.

Kekhawatiran pasar terkait ancaman efek wabah virus Corona juga cenderung mendongkrak nilai Dolar AS menjadi salah satu aset safe haven turunan.

US Census Bureau menyatakan an untuk jumlah Ijin Bangunan melejit sampai 9.dua persen MoM pada bulan Januari 2020 setelah kenaikan pada pembangunan segmen perumahaan dengan sistem multi-family dan single-house.

Kinerja itu semakin lebih efektif menghapus catatan -3.7 persen dalam periode sebelumnya, sekaligus merupakan rekor terbaik sejak bulan Maret 2007.

Sementara pada laporan berbeda, pertumbuhan pendirian tempat tinggal baru Housing Starts berhasil -3.6 % MoM dalam bulan Januari 2020.

Meski tidak  terlalu menggembirakan, laproan ini masih lebih baik dari pada estimasi awal yang dipatok pada -30.7 %.

Pasar perumahan meliputi sekitar 3.1 % berdasarkan total GDP Amerika Serikat, sebagai akibatnya data ini mendukung nilai tukar Dolar AS secara signifikan.

Stabilitas pasar perumahan diharapkan bisa mendukung perluasan ekonomi secara tetap berkelanjutan di tengah beragam ancaman seperti imbas endemi virus Corona, perlambatan belanja konsumen, dan pelemahan investasi usaha.

Data ekonomi lain yang dirilis malam ini berdasarkan negeri Paman Sam pula tidak kalah kinclong.

Laporan Indeks Harga Produsen menunjukkan kenaikan inflasi 0.5 % MoM dalam bulan Januari 2020, sementara pertumbuhan inflasi tahunan melejit dari 1.3 persen sebagai 2.1 %.

Dengan istilah lain, pergerakan inflasi AS pada tingkat penghasil selaras dengan kisaran target yang ditentukan oleh bank sentral AS Federal Reserve.

Beragam laporan ekonomi mengonfirmasi komitmen para pejabat Federal Reserve buat tidak mengganti kebijakan suku bunga pada tahun ini, sehingga mengokohkan nilai tukar Dolar AS terhadap majemuk mata uang mayor.

Apalagi beberapa pejabat yang juga meyaUntuk saat ini bahwa AS tidak akan terlalu terkeba efek dari wabah virus Corona yang menghantam perekonomian China dan bahkan semakin meluas menyeret beberapa negara lain.

Bahkan, AS bisa dikatidak an menjadi keliru satu negara yang paling minim terkena efek dari  endemi virus Corona ini dari pada  Zona Euro, Jepang, dan Australia.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses