Tingginya Minat Resiko, Yen dan Franc Swiss StagnanMata uang Yen Jepang serta Franc Swiss yang diketahui menjadi asset Safe Haven di pasar forex, berjalan tipis dalam hanya terbatas pada perdagangan session Eropa hari Senin ini 3/Desember.
Hal tersebut berkenaan dengan penambahan minat resiko di pasar finansial global, sesudah Presiden AS Donald Trump serta Presiden China Xi Jinping mengumumkan gencatan senjata dalam perang dagang yang menyertakan kedua-duanya.
Mengakibatkan, perhatian pasar juga teralihkan dari launching data ekonomi ke keadaan politik. Waktu berita ditulis, pasangan mata uang USD/CHF tengah membuat Candle Doji pada timeframe Daily di 0.9976.
Selain itu, USD/JPY kembali pada harga pembukaan pada 113.40-an, walau sudah sempat bergolak pada perdagangan session Asia.
Data Berbelanja Modal Jepang yang diterbitkan pagi tadi tampilkan perlambatan mencolok pada kuartal III/2018. Berbelanja Modal cuma mencatat perkembangan 4.5 % year-on-year.
Perkembangan itu tambah lebih rendah daripada 12.8 % pada periode awal mulanya ataupun angka perkiraan awal yang dibanderol pada 8.6 %.
Dibanding Jepang, data ekonomi Swiss lebih cemerlang. Penjualan ritel mencatat rekor perkembangan tahunan 0.8 % pada bulan Oktober, serta indeks PMI SVME bertambah dari 57.4 jadi 57.7.
Akan tetapi, penguatan Franc Swiss akhir-akhir ini sudah menyebabkan kecemasan di kelompok aktor pasar kalau-kalau bank sentra Swiss Swiss National Bank/SNB akan lakukan intervensi untuk mendevaluasi nilai ganti mata uangnya sendiri untuk mengawasi daya saing produk-produknya di pasar internasional.
Lepas dari positif atau negatifnya runtutan data ekonomi itu, perhatian pasar terlalu fokus mengarah berlainan. Masalahnya satu berita besar merebak dari pertemuan orang nomer satu AS serta China di arena KTT G-20 di akhir minggu kemarin.
Dalam pertemuan itu, Trump sepakat tunda kenaikan tarif import atas USD200 Miliar produk China yang sedianya akan diresmikan pada 1 Januari yang akan datang.
Di lain sisi, Xi Jinping janji akan tingkatkan pembelian China atas beberapa produk Amerika Serikat. Diluar itu, ke-2 negara akan kembali mengadakan negosiasi baru dengan sasaran sampai persetujuan dalam tempo 90 hari ke depan.
Minat resiko pasar buat produk finansial yang beresiko tambah tinggi langsung bertambah, karena berita itu. Mata uang-mata uang komoditas seperti AUD, NZD serta CAD panen raya sesaat Safe Haven dibiarkan pasar.






