Perdana Menteri Inggris Theresa May akan berusaha untuk pecahkan kebuntuan Brexit di hari Senin dengan mengambil keputusan proposal di parlemen yang diinginkan untuk konsentrasi pada memenangi semakin banyak konsesi dari Uni Eropa.
Dengan cuma lebih dari dua bulan sampai Inggris akan tinggalkan Uni Eropa pada 29 Maret, tidak ada persetujuan di London mengenai bagaimana serta bahkan juga apa negara itu mesti tinggalkan blok perdagangan paling besar dalam dunia.
Sesudah persetujuan perceraian Brexit tidak diterima oleh anggota parlemen minggu kemarin, May sudah mencari langkah untuk memperoleh persetujuan lewat parlemen, selama ini percuma.
Uni Eropa, yang mempunyai ekonomi lebih dari enam kali ukuran Inggris, menjelaskan ingin keluar dengan teratur tapi beberapa petinggi senior sudah mengatakan frustrasi serta rasa sedih atas krisis London yang makin mendalam atas Brexit.
Saya seringkali menjelaskan Shakespeare tidak dapat menulis lebih baik dari tragedi yang saat ini kita tonton di Inggris, Menteri Eropa Jerman Michael Roth menjelaskan pada stasiun tv ARD.
Usaha untuk membuat mufakat dengan oposisi Partai Buruh tidak berhasil hingga Mei diinginkan untuk konsentrasi memenangi 118 pemberontak di partainya sendiri serta partai kecil Irlandia Utara yang menyokong pemerintahannya dengan konsesi dari Uni Eropa.
May akan membuat pengakuan di parlemen pada 1530 GMT serta ajukan mosi pada beberapa langkah selanjutnya yang diusulkannya pada Brexit, sesaat beberapa anggota parlemen merencanakan untuk ambil kendali keluarnya Inggris dari pemerintah.
May akan konsentrasi pada merubah backstop Irlandia Utara, kebijaksanaan asuransi untuk pastikan tidak ada pengembalian ke perbatasan keras pada propinsi Inggris serta Irlandia.
Menjadi sinyal begitu parahnya krisis politik di London terjadi, Daily Telegraph memberikan laporan jika May memperhitungkan untuk merubah Kesepakatan Jumat Agung 1998 yang akhiri 30 tahun kekerasan di Irlandia Utara.
May menjelaskan pada menterinya jika ia akan konsentrasi pada pengamanan pergantian dari Brussels yang didesain untuk memenangi Konservatif pemberontak serta Partai Persatuan Demokrat Irlandia Utara, kata The Times.
Irlandia akan tidak ikut serta dalam perbincangan bilateral mengenai Brexit serta cuma akan bernegosiasi menjadi sisi dari 27 anggota UE yang tersisa, kata Helen McEntee. Sesudah mosi May diedarkan, anggota parlemen akan menyarankan amandemennya, mengambil keputusan pilihan untuk kesepakatannya.






