Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Perkembangan Ekonomi Tiongkok Melambat, Yen Naik dan Dolar Turun

Perkembangan Ekonomi Tiongkok Melambat, Yen Naik dan Dolar Turun

687
0

Safe haven Yen Jepang kuat pada dolar di hari Senin sebab investor mengolah pertanda perlambatan paling baru di China sesudah data tunjukkan penurunan perkembangan kuartal ke empat.

 

Data sah tunjukkan jika ekonomi China tumbuh 6,4% dengan tahunan dalam tiga bulan sampai Desember, turun dari 6,5% di kuartal ke-3, tingkat perkembangan sangat lamban semenjak krisis keuangan global serta menandai kuartal ke-3 beruntun dari perlambatan perkembangan.

 

Pertanda kekurangan yang tumbuh di Cina yang sudah membuahkan hampir sepertiga dari perkembangan global dalam beberapa waktu paling akhir menyebabkan kekhawatiran mengenai resiko pada ekonomi global.

 

Dolar melemah pada yen, yang seringkali dicari oleh investor menjadi tempat yang aman pada saat ketidakpastian pasar, dengan USD / JPY turun 0,18% jadi 109,56.

 

Dolar AS sudah naik lebih dari 1% pada yen minggu kemarin, sampai paling tinggi dua 1/2 minggu di 109,88 di hari Jumat.

 

Indeks dolar AS, yang mengukur kemampuan greenback pada sekeranjang enam mata uang penting, turun 0,1% jadi 95,90, tidak jauh dari paling tinggi dua minggu Jumat di 96,05.

 

Mengharap untuk mencairkan ketegangan perdagangan AS-Cina, Federal Reserve yang terdengar lebih dovish serta optimisme jika Inggris bisa hindari Brexit No-Deal ialah faktor-faktor yang sudah menyebabkan kembalinya hasrat resiko investor, yang masuk ke Pembekuan mendalam pada Desember sebab pasar ekuitas global menurun.

 

Dolar terjerat dalam trend turun pada awal Januari tapi saat ini tengah dibeli kembali pada mata uang sejenisnya seperti yen, euro, pound serta Aussie, kata Junichi Ishikawa, senior Paka taktik FX di IG Securities di Tokyo.

 

Apakah ‘risiko pada’ sekarang ini yang memberi dukungan dolar bisa bersambung akan bergantung pada bagaimana penghasilan perusahaan Amerika Serikat serta China jatuh kembali sebab permasalahan perdagangan serta volatilitas AS.

 

Euro menggerakkan tambah tinggi, dengan EUR / USD naik 0,22% jadi 1,1384, menarik diri dari tempat paling rendah hari Jumat di 1,1352. Pound bertahan konstan, dengan GBP / USD beralih tangan di 1,2867.

 

Sterling sudah naik ke puncak dua bulan di 1,3001 di hari Kamis sebab makin meyakini jika Inggris bisa hindari Brexit yang tidak ada persetujuan, tapi melawan tindakan mengambil untung di hari Jumat.

 

Pound ada pada posisi sekarang ini berdasar pada anggapan jika Brexit tidak ada persetujuan sudah dijauhi. Tapi bahkan juga keluar dengan persetujuan peluang akan tinggalkan beberapa rusaknya pada ekonomi, hingga susah untuk lihat pound membuat perkembangan lebih jauh dari sini, kata Koji Fukaya, presiden di FPG Securities di Tokyo.

 

Perdana Menteri Inggris Theresa May di hari Senin akan ajukan mosi pada beberapa langkah selanjutnya yang diusulkan. Saat minggu selanjutnya, anggota parlemen akan menyarankan pilihan.

 

Mereka akan memperdebatkan gagasan ini pada 29 Januari, serta memberi nada pada mereka mesti tunjukkan gagasan apakah, Bila ada, dapat mendapatkan suport sebagian besar di parlemen.

 

Dolar Australia, terkadang dilihat menjadi proxy untuk sentimen pada perdagangan berkaitan China, hampir tidak beralih, dengan AUD / USD di 0,7166.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses