Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Tertekannya Dolar AS Bersamaan Dengan Laporan GDP

Tertekannya Dolar AS Bersamaan Dengan Laporan GDP

532
0

DXY sudah sempat bergerak sampai posisi paling tinggi 96.39 dalam perdagangan  hari 27/6, tapi terguling ke posisi 96.21 pada awal session New York.

 

Launching data GDP AS Final untuk kuartal I/2019 tunjukkan jika perkembangan masih 3.1 %, tapi beberapa elemen di dalamnya direvisi jadi lebih rendah.

 

Diluar itu, cenderung aktor pasar untuk wait-and-see mendekati pertemuan G20 menyebabkan kegiatan pasar forex relatif sepi. Sejumlah besar pasangan mata uang mayor diperjualbelikan hampir flat atau cuma bergerak dalam rata-rata hanya terbatas saja pada Greenback.

 

US Bureau of Economic Analysis memberikan laporan jika perkembangan ekonomi AS masih terakselerasi 3.1 % pada kuartal I/2019 karena pertolongan besarnya berbelanja bidang pertahanan.

 

Keluaran  sama juga dengan data GDP second estimate yang diterbitkan bulan kemarin, serta tambah tinggi dari perkembangan 2.2 % yang tertera pada kuartal paling akhir tahun kemarin.

 

Investasi usaha dalam beberapa produk berkaitan kekayaan cendekiawan alami penambahan. Berbelanja untuk bangunan non-residensial bertambah.

 

Meskipun begitu, perkembangan berbelanja customer direvisi turun. Indeks harga GDP GDP Price Index cuma tumbuh 0.6 % Quarter-over-Quarter, walau awalnya diekspektasikan naik jadi 0.8 %.

 

Di samping data GDP Amerika Serikat yang condong bermacam, Greenback memperoleh desakan dari kecemasan aktor pasar mendekati diadakannya pertemuan G20 di Osaka, Jepang, pada tanggal 28-29 Juni.

 

Dalam arena itu, pertemuan Presiden AS Donald Trump serta Presiden China Xi Jinping diinginkan bisa mengakhiri perselisihan dagang yang sudah menghajar perekonomian global pada sebuah tahun paling akhir.

 

Jika kata damai betul-betul terucap serta ke-2 negara adidaya itu berhenti beradu biaya, karena itu Dolar AS punya potensi melejit. Masalahnya perselisihan dagang dengan China ditunjuk jadi biang kerok perlambatan ekonomi AS sekarang  serta pemicu penting kenapa Federal Reserve berencana pemangkasan suku bunga.

 

Meredanya perselisihan dagang dapat menandai kembali bergairahnya perekonomian, sekaligus juga menggerakkan Fed untuk menggagalkan gagasan pelonggaran kebijaksanaan.

 

Tetapi, beberapa ahli condong pesimis sebab pertemuan kedua-duanya di arena KTT G20 tahun kemarin toh melahirkan gencatan senjata yang berbentuk sesaat saja.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses