
EUR/USD turun posisi 0.1 % ke rata-rata 1.1358 pada awal session New York hari 27/6, sesudah European Commission meluncurkan data sentimen ekonomi bulan Juni.
Berdasar laporan itu, sentimen ekonomi Zone Euro turun ke posisi paling rendah dalam hampir tiga tahun paling akhir, sebab bidang industri ditabrak oleh perselisihan dagang global.
Memantik pertaruhan kalau-kalau bank sentra Eropa European Central Bank/ECB akan mengeluarkan program pelonggaran moneter baru dalam periode pendek.
European Commission memberikan laporan jika tanda penting kepercayaan ekonomi jatuh dari 105.2 ke 103.3 pada bulan Juni, sekaligus juga cetak rekor paling rendah semenjak bulan Agustus 2016.
Penurunan itu tambah lebih jelek dibanding harapan, hingga memberikan indikasi semakin jeleknya kesehatan ekonomi lokasi 19 negara itu.
Penurunan kepercayaan terjelek malah berlangsung di Jerman, negara paling besar Zone Euro. Penurunan berlangsung di Italia, Belanda, Prancis, serta Spanyol, yang semasing sebagai wakil negara penting lokasi.
Sentimen di bidang industri alami penurunan terparahnya dalam delapan tahun paling akhir sebab perang dagang global berefek besar sekali pada bidang berbasiskan export. Beberapa manager usaha pesimis pada hari esok bidang layanan. Kepercayaan customer anjlok, walau perform bidang ritel masih sempurna.
Jack Allen-Reynolds dari Capital Economics menjelaskan jika hasil survey itu kemungkinan menguatkan kepercayaan beberapa petinggi ECB untuk melapangkan kebijaksanaan moneter dalam beberapa waktu ke depan.
Meningkatkan jelek outlook perkembangan inflasi dalam beberapa waktu ke depan, serta tanpa ada perbaikan data relevan dalam beberapa waktu akan datang, ECB siap untuk melakukan tindakan, kata Bert Colijn, seseorang ekonom dari ING.
Minggu lalu, Presiden ECB Mario Draghi sudah mengatakan jika faksinya siap untuk melapangkan kebijaksanaan moneternya bila inflasi tidak berhasil terakselerasi.
Komentar itu dikatakannya saat data inflasi tahunan paling akhir Zone Euro cuma 1.2 %, benar-benar jauh dari sasaran 2 % yang diharapkan bank sentra.
Tetapi, sampai sekarang, beberapa petinggi ECB lain masih condong malas ambil langkah pelonggaran moneter yang lebih agresif.
Beberapa ahli bahkan juga mensinyalir jika arah kebijaksanaan moneter baru peluang akan dikuasai juga oleh siapa tokoh yang akan gantikan Draghi waktu dia purna pekerjaan pada bulan Oktober nantinya.





