Pada perdagangan hari ini Dolar AS berhasil memasuki zona hiaju terhadap mata uang yen di Asia untuk perdangan di awal hari Jum’at pagi tadi setelah data gaji Jepang setelah dirilis. Sedangkan dalam perdagangan forex dari tadi bahkan hingga sampaijelang dirilisnya data nonfarm payrolls /NFP AS yang berlangsung nanti malam yag akan diprediksikan malah akan sepi.
Namun kondisi USD/JPY yang harus berpindah tangan di posisi 112,83, bergerak naik 0,02%, sedangkan untuk AUD/USD dalam perdagangan hari ini pada 0,7790, malah bergerak menurun 0,04%.
Sedangkan untuk Ministry of Health, Labour and Welfare hari ini berhasil memberikan laporan jika dari basis tahunan Average tunai pihak Earnings Jepang berhasil naik drastis dari sebelumnya -0, 6% ke posisi +0, 9%. Akan tetapi dalam perdagangan selama ini USD/JPY tidka terlalu banyak bereaksi terhadap perkembangan data itu.
Perdangan Jum’at tadi pagi Indeks Dolar AS, mengukur kemampuan greenback pada enam mata uang utama, masih berada di 93,90. Pada sesi akhir perdagangan hari Kamis kemarin, indeks ini pada sesi penutupan bergerak naik di 0,46% di 93,90.
Pada saat perdagangan hari Kamis dolar AS berhasil bergerakn naik serta kembali mendekati level tertingginya pada satu setengah bulan yang terkahir pada mata uang utama lain dari pengaruh rangkaian data AS yang semakin yakin utnuk menaikkan sejummlah kepercayaan pasar terkairr kemampuan ekonomi AS serta keinginannya untuk meningkatkan harapan pasar pada prospek kenaikan suku bunga dari Federal Reserve untuk bulan Desember.
Greenback menguat sesudah Departemen Tenaga Kerja AS memberikan laporan kalau klaim pengangguran awal turun lebih dari yang diprediksikan jadi 260. 000 pada minggu kemarin.
Sebuah data yang lain menunjukkan kalau defisit perdagangan AS telah menyempit di bulan Agustus kemarin, hal itu disebabkan export naik pada level tertingginya dalam dua setengah tahun., Sedangkan pesanan pabrik yang kian bertambah lebih dari yang diproyeksikan sejumlah analis untuk hari ini.
Membuat dolar AS juga ikut menguat sesudah Presiden Federal Reserve Philadelphia Patrick Harker di hari Kamis menyebutkan kalau dia masih tetap berencana kenaikan satu tingkat sekali lagi dalam tahun ini serta tiga untuk tahun depan.







