Dari notulen rapat kebijakan ECB dalam bulan September yang telah dirilis hari Kamis, beberapa petinggi ECB yang sudah mengulas bagaimana kurangi program untuk pembelian obligasi yang masif serta membahas penguatan euro dalam waktu yang lalu.
Sejumlah investor masih menunggu perincian bagaimana ECB merencanakan untuk menghapus program dalam pembelian obligasi yang berjumlah €60 miliar dalam per bulan, yang di kenal jadi pelonggaran kuantitatif quantitative easing/QE, yang juga akan diawali dalam bulan Desember. Keterangan dari Presiden ECB Mario Draghi menyebutkan bank itu kemungkinan juga akan menginformasikan idenya untuk QE pada tanggal 26 Oktober.
Notulen dalam pertemuan bank itu yang telah di gelar pada tanggal 6-7 September kemudian telah menunjukkan beberapa pembuat kebijakan yang menginginkan untuk meneruskan secara bertahap dan bahkan harus berhati-hati tentang pengurangan stimulus moneternya. Beberapa petinggi ECB menyebutkan kekhawatiran inflasi di 19 negara yang sedang menggunakan mata uang euro itu masih terbilang lemah, meskipun dalam beberapa waktu terakhir masih terlihat rebound harga.
Risalah itu juga telah menuturkan jika beberapa pembuat kebijakan juga membahas manfaat dari memperluas QE untuk periode waktu yang lebih lama dalam pengurangan yang semakin besar dalam kecepatan, terkait kelanjutan program untuk periode yang lebih pendek dari jumlah pembelian bulanan yang semakin besar.
Tetapi, pada saat pertemuan bulan yang laluu paling tidak ada satu petinggi ECB yang memiliki pendapat kalau keadaan akan semakin membuka kesempatan untuk terjadinya pengurangan QE.
Selain dari risalah itu juga mengatakan ada satu petinggi yang lain memiliki pendapat kalau stimulus ECB juga akan terus mempunyai kekuatan ke-2 dari skenario dan akan memberikan sejumlah dana dan memberikan manfaat perpanjangan QE harus dihitung.
Meninjau kembali dari berbagai kekhawatiran mereka dalam waktu yang lalu mengenai penguatan cepat euro pada dolar AS, dari sejumlah pembuat kebijakan ECB menyebutkan tentang kekhawatiran mereka terkait gerakan mata uang yang semkain cepat dengan sebagian petinggi yang menyebutkan kalau efek gerakan pasar pada inflasi mungkin saja sudah tidak diperdulikan lagi, membuat resiko penurunan untuk sebagian proyeksi.






