Dalam perdagangan hari ini poundsterling bergerak melemah 0.30 % ke posisi 1.3076 terhadap Dolar AS memasuki sesi perdaganganKamis 18/Oktober, dikarenakan hasil yang mengecewakan laporan penjualan ritel Inggris serta berita buruk saat perjanjian Brexit.
Sterling ikut bergerak melemah pada mata uang-mata uang yang lain, dengan GBP/JPY tergelincir 0.64 % ke 146.77 serta EUR/GBP bergerak naik 0.21 % ke 0.8792.
Meterhadap kebuntuan dalam perjanjian dengan Uni Eropa tentang Brexit belakangan ini, Perdana Menteri Theresa May melemparkan inspirasi untuk perpanjang waktu perubahan keluarnya Inggris dari dua tahun ke tiga tahun.
Inspirasi yang dikatakan dengan waktu lalu PM May pada saat pertemuan dengan beberapa pemimpin Uni Eropa tempo hari itu langsung disebut sebagai alat dengan nama Brextension.
Tidak cuma itu, inspirasi itu disikapi juga Donald Tusk. Tusk mengatakan pada beberapa wartawan di Brussels jika Uni Eropa peluang akan sepakat pada perpanjangan waktu perubahan, jika disuruh oleh Inggris.
Kondisi pasar sebenarnya pagi hari ini Perdana Menteri May dapat jadi akan perpanjang periode perubahan Brexit saat 12 bulan kembali. Buat banyak pihak, perihal ini terlihat seperti pilihan yang beralasan, kenapa harus terburu-buru berperjanjian jika masih tetap terdapat beberapa perincian yang tersisa?
Paparan tadi hasil dari Hamish Muress, selaku analis di OFX. Namun, berita ini malah berefek jelek buat Sterling yang sudah digantung oleh rumor Brexit pada waktu yang lama.
Brexit sudah memaksa banyak perusahaan tunda gagasan perluasan serta investasi baru, karena ketidakpastian masalah jalinan bersama Uni Eropa sebagai mitra dagang paling besar Inggris.
Semakian lamanya waktu perubahan, beberapa perusahaan kecil diinginkan mendapatkan semakin banyak waktu untuk menyiapkan diri. Akan tetapi, ketidakpastian ini adalah satu segi yang tidak disenangi oleh investor serta trader yang ada di pasar.
Laporan data ekonomi ikut memberatkan Sterling juga, selain itu laporan penjualan ritel yang launching tadi sore sudah menunjukkan perkembangan -0.8 % MoM pada bulan September 2018.
Kondisi tersebut semakin lebih buruk dibanding harapan awal yang dibanderol pada -0.4 % ataupun perkembangan +0.4 % pada periode yang sebelumnya. Angka itu mendesak perkembangan penjualan ritel tahunan dari 3.4 % jadi 3.0 % saja.






