Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Menguatnya Dolar AS Bersamaan Reli Saham Wall Street

Menguatnya Dolar AS Bersamaan Reli Saham Wall Street

634
0

Kondisi dari Indeks Dolar AS hari ini bergerak naik tambah tinggi dalam perdagangan Rabu 17/Oktober, di dalam antisipasi mendekati publikasi notulen rapat kebijaksanaan Federal Reserve yang akan dikerjakan pada besok pagi hari.

 

Minat resiko pasar mulai lebih baik, hingga sejumlah saham Wall Street yang harus reli kembali, serta mengundang penambahan sejumlah minat beli Dolar AS.

 

Pada saat berita ini dirilis memasuki sesi akhir perdagangan Eropa, DXY sudah bergerak naik 0.13 % dalam intraday ke posiisi 95.21. Beberapa pasangan mata uang mayor terlihat mengendur terhadap Greenback, kondisi tersebut membuat passangan EUR/USD mencatat pergerakan menurun sebesar 0.14 % serta pasangan GBP/USD hari ini menurun sebesar 0.34 %.

 

Memasuki sesi penutupan perdagangan hari Selasa kemarin, indeks Dow Jones justru bergerak naik sebesar 2.17 % lebih dari 540 point ke posisi 25,798.4.

 

Semakin menguatnya ikut dihadapi dari indeks S&P serta Nasdaq yang ada di Amerika Serikat, dan Nikkei 225 di Tokyo serta FTSE 100 untuk di London. Trend pemulihan harga saham di semua dunia ini memberikan indikasi penambahan minat resiko pasar.

 

Umumnya, Dolar AS kuat saat minat resiko mengalami penurunan serta condong melemah waktu minat resiko bertambah, karena fungsinya menjadi salah satunya mata uang Safe Haven.

 

 Akan tetapi, hubungan pada Dolar AS serta minat resiko pasar kelihatannya mengalami beberapa anomali akhir-akhir ini, sampai DXY berjalan sesuai dengan sejumlah saham Wall Street.

 

Manuel Oliveri, seseorang ahli taktik forex di Kredit Agricole London, menjelaskan terhadap Reuters, Dolar AS menjadin hubungan yang kuat dengan minat resiko dalam tahun ini, tapi pada beberapa waktu paling akhir, kita melihat hubungan ini sedikit melonggar.

 

Perihal ini memberikan indikasi pasar memerlukan data ekonomi yang lebih kuat untuk menggerakkan Dolar AS tambah tinggi kembali.

 

Selain itu, Morgan Stanley mengingatkan supaya lebih waspada terhadap bullish-nya Dolar AS, sebab keadaan finansial global kelihatannya semakin ketat.

 

Masalahnya semakin menguatnya suku bunga The Fed belakangan ini sudah menurunkan persediaan Dolar AS yang ada di luar AS , hingga mengetatkan keadaan likuiditas buat beberapa negara yang lain.

 

Piranti Fedwatch Tool dari CME Grup memberikan indikasi probabilitas 77 % akan ada penguatan suku bunga kelanjutan dari pihak Fed yang terjadi pada bulan Desember yang akan datang.

 

Pelaku pasar akan memonitor konfirmasi buat peluang itu pada launching notulen rapat kebijaksanaan Federal Reserve pada bulan September yang akan diumumkan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses