Dalam perdagangan hari ini Poundsterling sudah sempat turun semakin tajam sampai lebih dari 1 % ke posisi 1.2827 pada Dolar AS hari Senin, tapi lalu melesat kembali pada rata-rata 1.2910 pada session New York.
Pasangan EUR/GBP sempat juga melonjak sampai 0.8737, tapi lalu melandai ke 0.8781 sesaat GBP/JPY membuat candle Doji yang masih berada pada rata-rata 146.920. Volatilitas yang tinggi ini dikarenakan oleh simpang siurnya kabar berita berkaitan negosiasi Brexit.
Pada akhir minggu, alat Inggris The Sunday Times mengusung headline berbunyi, Kesepakatan Brexit Theresa May Hancur sebab Uni Eropa yang mematahkan Dukungan.
Berita itu dengan spesial membahas penolakan beberapa petinggi tinggi atas Backstop Rencana yang sudah sulit payah diatur oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May, walau sebenarnya deadline Brexit 29 Maret 2019 tinggal lima bulan kembali.
May ajukan proposal yang menginginkan semua Inggris masuk ke Custom Union Uni Eropa untuk hindari keperluan akan dibuatnya perbatasan fisik di Irlandia jika Inggris sangat terpaksa keluar dari Uni Eropa tanpa satu persetujuan jelas pada kedua pihak tentang rekanan perdagangan saat Brexit.
Akan tetapi, proposal itu memburuhkan proses pihak ke-3 yang sangat mungkin Inggris akan memutuskan kapan keadaan itu disudahi.
Perihal ini tidak diterima mentah-mentah oleh beberapa pihak di Uni Eropa ataupun Inggris sendiri, sebab bermakna negeri yang beribukota di London itu tidak akan betul-betul keluar dari Uni Eropa.
Empat menteri pro Uni Eropa dalam kabinet Theresa May diberitakan telah ancang-ancang akan mengundurkan diri. Di lain sisi, beberapa politisi pro-Brexit cemas jika Backstop Rencana paling baru ini adalah intrik untuk bikin Inggris terikat dengan Uni Eropa sampai waktu yang tidak hanya terbatas.
Kehebohan ini baru berkurang waktu masuk session New York, sesudah dirilisnya satu laporan eksklusif oleh The Financial Times.
Menurut laporan itu, pimpinan negosiator Brexit dari bagian Uni Eropa, Michel Barnier, mengutarakan jika komponen-komponen penting dalam persetujuan Brexit sudah siap untuk di tandatangani.
Lepas dari itu, semkain meningkatnya Poundsterling berhenti serta belumlah dapat bergerak kembali pada posisi tinggi. Nampaknya, aktor pasar pilih ambil sikap waspada melawan beberapa peluang yang dapat berlangsung saat persetujuan belumlah betul-betul final.






