Memasuki Session perdagangan akhir minggu kemarin masih dipenuhi dengan sentimen yang bervariatif. Data NFP AS menyedihkan, sedangkan pasar dalam kondisi ketidakpastian bersamaan dengan munculnya berita Presiden AS yang terkena COVID-19. Pasangfan EURUSD hari ini mengalami penurunan, sementara Pound meneruskan reli.
Konsentrasi pasar focus terhadap launching laporan PMI komposit serta layanan keluaran markit untuk Euro serta Inggris.
Selain itu, ada juga publikasi beberapa data PMI AS versus ISM. Outlook pasangan EURUSD Di session perdagangan sebelumnya jatuh bangun di bawah EMA 200.
Memasuki sesi penutupan perdagangan akhir pekan kemarin mengalami penurunan, tetapi memasuki perdagangan sesi Asia dalam perdagangan hari ini menunjukkan performa yang kuat.
Laju harga berada di atas EMA 200 serta masih belumkeluar dari wilayah tersebut Analis EXCO memprediksi EURUSD untuk rebound dari EMA 200 serta mengetes R1 sebelum ke arah R2.
Tetapi jika seller mendesak harga di bawah EMA, karena itu bias harian Euro akan menuju bearish serta buka resiko pengurangan menuju posisi paling rendah pada hari Jumat kemarin.
Sedangkan outlook pasangan GBPUSD Sterling bergerak benar-benar bullish pada akhir minggu, tetapi kembali menurun pada session perdagangan hari ini. Harga hari ini berfluktuasi sekitar EMA 77, harus lebih jeli untuk mengamati gerakan breakout dari posisi itu.
Bila ketertarikan buyer lumayan kuat untuk menggerakkan Pound akan berada diatas EMA 77, karena itu peningkatan menuju posisi 1.295 salah satu hal yang wajar.
Kebalikannya, tekanan jual yang semakin kuat dapat menggerakkan harga semakin turun berada di bawah EMA 77 serta mendekati tempat paling rendah Jumat kemarin.
Pasangan USDJPY Rebound

Pasangan mata uang USDJPY dalam perdagangan hari ini sukses rebound dari sesi akhir pekan kemarin serta berada tidak jauh dari posisi paling tinggi.
Sedangkan laporan Jibun Bank Serviss, Jepang memperlihatkan indeks PMI bertambah sebesar 46.9 pada bulan September dibandingkan dengan prediksi sebesar 45.6.
Semakin membaiknya kondisi presiden AS setelah dinayatkan positif terinfeksi COVID-19, minat stimulus, serta Brexit yang semakin positif menambah momen hari ini.






