Jika melihat catatan dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan memecoin utama Shiba Inu (SHIB) selalu dinodai dengan fluktuasi yang mencolok, khususnya selama bulan Desember. Di mana pola volatilitas ini sudah menjadi tema yang konsisten, dengan berkontribusi pada sifat spekulatif dan tidak pasti dari pasar kripto.
Untuk periode bukan Oktober 2021, Shiba Inu mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH) sebesar 0,000080 USD. Tentu saja puncak ini menjadi tonggak utama bagi pemegang Shiba Inu, dengan memberikan sinyal adanya peluang dan minat yang berkembang pada aset digital ini.
Kesialan Shiba Inu di Bulan Desember
Akan tetapi, ketinggian ini tidak bisa bertahan lama. Karena pada periode bulan Desember harga tersebut mengalami penurunan drastis menjadi 0,00030 USD. Ini tentu saja secara langsung menyebabkan kekecewaan di kalangan investor dan menyoroti risiko serta Ketidakstabilan yang melekat dalam investasi kripto.
Untuk tahun berikutnya yakni 2022, tidak memberikan banyak kelonggaran. Nilai memecoin ini terpengaruh secara negatif oleh bursa kripto FTX. Tentu efek domino dari masalah ini terasa pada semua sektor, dengan harga SHIB mengalami penurunan dari 0,000012 USD pada bulan November menjadi 0,0000083 USD terjadi sekitar tanggal 28 Desember.
Yang jelas saja penurunan ini memberikan penegasan bahwa saling keterkaitan pasar kripto dan bagaimana faktor eksternal bisa memberikan dampak signifikan pada nilai aset digital. Walaupun menemui tantangan ini, memecoin sudah menunjukkan ketahanan dan inkonsistensi dalam pergerakannya. Khususnya dalam periode 24 jam terakhir, token Shiba Inu ini sukses meraih kembali level 0,0000084 USD.
Akan tetapi, pekan lalu catatan yang didapatkan Shiba Inu tidak sebaik itu, dengan harus rela kehilangan 2,38 persen dari nilainya. Fluktuasi ini tentu sudah menyebabkan diskusi dan spekulasi mengenai apakah Shiba Inu akan kembali mendapatkan catatan buruk khususnya di bulan Desember. Atau justru Shiba Inu memecahkan siklus dan menempuh jalur baru.






