Untuk saat ini sebagian besar saham Asia mengalami kenaikan tajam pada hari Rabu, 15 November 2023. Dengan data inflasi AS yang lemah mendorong harapan tidak adanya lagi kenaikan suku bunga. Sedangkan untuk suntikan likuiditas masih oleh bank sentral Tiongkok juga mendorong minat risiko.
Jadi saham-saham khususnya teknologi untuk sekarang ini sedang mengalami peningkatan yang signifikan. Ini artinya mengikuti tren di Wall Street, karena data inflasi yang mengalami penurunan dengan menekan Treasury yields.
Kenaikan Sebagian Besar Bursa Asia
Tentu saja peristiwa ini diikuti dengan adanya suntikan likuiditas sebesar 600 miliar yuan atau setara dengan US$82,7 miliar oleh People’s Bank of China. Dimana ini menyebabkan suku bunga pinjaman jangka menengah tidak berubah. Suntikan likuiditas ini muncul khususnya untuk menopang perkembangan ekonomi yang lesu dengan mendorong lebih banyak pinjaman di negara ini.
Untuk sekarang ini Indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 dan Shanghai Composite Tiongkok masing-masing mengalami peningkatan sebesar 0,9 persen dan 0,5 persen. Kemudian, Indeks Hang Seng Hong Kong mengalami peningkatan sebesar 2,7 persen dan menjadi yang berkinerja terbaik di Asia khususnya pada hari ini. Tentu ini juga selalu diuntungkan dengan penguatan saham-saham teknologi besar.
Suntikan likuiditas PBOC disertai dengan data yang memberikan gambaran beberapa ketahanan dalam ekonomi Tiongkok. Misalnya saja memberikan gambaran ketahanan produksi industri dan retail sales yang mengalami perkembangan lebih besar dari yang sudah diharapkan di bulan Oktober. Akan tetapi, sinyal-sinyal lain masih memberikan gambaran penurunan dalam perekonomian yakni investasi aset tetap yang mengalami perlambatan dan penjualan properti terus menurun.






