Harga minyak pada Rabu, 15 November 2023, mengalami kenaikan di perdagangan Asia dengan mengikuti optimisme atas lambatnya inflasi AS dan beberapa data positif Tiongkok. Dimana untuk fokus sekarang ini berpaling ke tanda-tanda peluang adanya peningkatan cadangan minyak AS.
Data inventaris minyak resmi akan dikeluarkan pada hari Rabu nanti, setelah dua pekan adanya penundaan. Data industri yang dikeluarkan sebelumnya memberikan gambaran adanya peningkatan mingguan persediaan.
Kenaikan Harga Minyak
Sementara itu, jatuhnya dolar merupakan sumber dukungan utama untuk pasar minyak pada pekan ini, setelah data hari Selasa memberikan gambaran Inflasi konsumen AS mengalami penurunan lebih lanjut khususnya pada bulan Oktober. Dengan angka tersebut mampu meningkatkan harapan jika saja The Fed akan memiliki sedikit sokongan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Untuk perkiraan permintaan yang optimis dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan Badan Energi Internasional juga mendukung naiknya minyak mentah. Ini terjadi ketika badan tersebut sudah memprediksi permintaan minyak AS dan Tiongkok akan tetap kuat di tahun depan.
Dengan angka ekonomi yang bagus dari Tiongkok menambah gagasan ini, karena data pada hari Rabu menunjukkan jika saja produksi industri dan retail sales mengalami perkembangan lebih baik pada bulan Oktober.
Sekarang ini untuk harga minyak Brent mengalami kenaikan sebesar 0,3 persen ke level US$82,61 per barel. Kemudian, untuk harga minyak WTI juga mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen berada di level US$78,36 per barel pukul 08.44 WIB.
Akan tetapi, sinyal memburuknya kondisi ekonomi di seluruh dunia jelas saja memberikan dampak adanya peningkatan minyak yang terbatas. Data yang dikeluarkan pekan ini memberikan gambaran ekonomi Jepang menurun jauh lebih besar yang diprediksi pada kuartal III. Sementara itu, zona euro memasuki resesi teknis khususnya pada periode yang sama.






