Beranda Analisa Forex Saham Blue Bird Beranjak Dari Bayang-Bayang Hitam

Saham Blue Bird Beranjak Dari Bayang-Bayang Hitam

858
0

Siapa yang tidak kenal dengan Blue Bird? Perusahaan ini sudah lama menekuni di industri transportasi Indonesia, dengan fokus diri pada bagian transportasi penumpang serta layanan pengangkutan darat diantaranya : sewa bus, sewa kendaraan, serta layanan penyediaan taksi (baik regular serta eksekutif).

 

Perusahan ini pernah rasakan kejayaan-nya saat waktu awal-awal IPO dahulu pada akhir tahun 2014. Pada awal tahun 2015, harga saham Blue Bird bahkan juga pernah menjangkau Rp 12, 100/saham. Tetapi, melawati pertengahan tahun 2015 sampai sekarang ini, dapat disebut usaha BIRD tengah suffer.

 

Beberapa besar pendapatan BIRD datang dari usaha Taksi, dengan nyaris 85% berbanding 15% dengan usaha non-taksi. Bila diliat hasil neraca keuangan tahunan, tampak ada penurunan sebesar 15. 5% pada usaha paling utama perseroan yang datang dari core business taxi. Hal semacam ini juga yang membuat pendapatan perseroan alami penurunan serta laba bersih perseroan terimbas.

 

Laba bersih yang tergambar pada grafik diatas alami koreksi perkembangan mulai sejak kuartal akhir 2015, dilanjutkan dengan perform hasil di kuartal-kuartal th. setelah itu. Hasil ini adalah imbas dari merajarelanya usaha startup baru di Indonesia terutama pada industri transportasi lewat GOJEK, UBER serta GRAB. Semasing mempunyai lini usaha yang sama juga dengan BIRD dengan alat transportasi taksi-nya, akhirnya usaha perusahaan begitu tertekan dalam 2 tahun paling akhir ini.

 

Dengan persaingan perebutan yang begitu ketat pada usaha paling utama perseroan, satu hal yang kami perhatikan adalah bagaimana tempat hutang perseroan dalam beberapa waktu sulit-nya? nyatanya BIRD begitu waspada dalam manajemen hutangnya, baik meminjam serta mempergunakan hutang yang sudah ada, dalam grafik berikut ini terlihat tempat keseluruhan hutang perseroan baik (periode pendek+panjang) alami penurunan di beberapa tahun yang susah berarti perseroan sedikit lakukan ekspansi usaha dan justru lakukan retrenchment.

 

Hal semacam ini begitu terang tampak pada laporan kuartalan perusahaan terlebih di kuartal-4 2015 sampai akhir tahun 2016. Jumlah hutang tidak lebih dari keseluruhan hutang di periode sebelumnya tahun 2015.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses