Beranda Analisa Forex Saat Lebaran, Nilai Rupiah Cukup Stabil

Saat Lebaran, Nilai Rupiah Cukup Stabil

658
0

Nilai ganti Rupiah pada Dolar AS saat Lebaran termasuk cukuplah stabil. Menurut ekonom Sammuel Sekuritas Rangga Cipta yang diambil oleh Antaranews, Rupiah masih tetap berpeluang menjaga sentimen penguatan dikarenakan notulen FOMC The Fed paling baru tunjukkan kesangsian pada laju kenaikan FFR (Fed Fund Rate atau suku bunga The Fed), dikarenakan dinilai sangat cepat waktu inflasi AS mulai melambat.

 

hari Kamis 06/Juli/2017 siang hari ini, kurs Rupiah pada Dolar AS di bank-bank, tampak sedikit menguat dengan diperdagangakan pada harga Rp13,363 dari mulanya di angka Rp13,365. Sedang bila diliat dari grafik kurs USD/IDR Bloomberg, mendekati sore, Dolar mulai naik cukup tinggi menuju nilai Rp13, 386.

 

Disamping itu, menurut Bank Indonesia (BI), fundamental ekonomi Indonesia sekarang ini cukup kuat. Walau kenaikan inflasi Indonesia saat lebaran pernah jadi kekhawatiran, BI menilainya kalau inflasi masih tetap terbangun. Mereka optimis ekonomi Indonesia tetaplah dapat mensupport penguatan Rupiah. Bulan Juni lalu, inflasi dilaporkan menjangkau 0.69 %, dengan historis lebih rendah dari pada inflasi periode Ramadhan serta Idul Fitri sebelumnya.

 

” Indonesia pada umumnya baik. Bila kita saksikan tanda Indonesia yang telah keluar inflasi. Itu bila kita banding dengan enam tahun paling akhir, bila di lebaran itu keadaannya (sekarang ini) kita tambah baik, ” kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BEI Selasa lalu, yang diambil dari MetroTV News.

 

Meski sekian, nilai tukar Rupiah masih tetap miliki potensi melemah dikarenakan desakan eksternal. Keadaan ekonomi AS yang selalu tunjukkan data yang tambah baik dari pada ekspektasi, jadi pendukung kenaikan suku bunga The Fed sekali lagi. Hal tersebut, menurut BI, bisa saja memberi dampak untuk Indonesia. Terutama dikarenakan Dolar AS relatif menguat karena itu. Jika Dolar menguat, jadi mata uang beda termasuk juga Rupiah dapat melemah.

 

The Fed sendiri telah menambah suku bunga 2 x tahun ini. Menurut Agus, selama ini ekonomi Indonesia tidak demikian dipengaruhi dikarenakan ekonomi internal telah tambah baik. Meskipun demikian, pihaknya tetaplah menghadapi gagasan pengurangan balance sheet The Fed yang diindikasikan akan berimbas pada semua mata uang didunia, termasuk juga Rupiah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses