Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Rupiah Menurun 11 Poin Pagi Ini Berisiko Turun di Tengah The Fed...

Rupiah Menurun 11 Poin Pagi Ini Berisiko Turun di Tengah The Fed Tahan Suku Bunga

454
0
Kasir menghitung mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di Bank BNI, Jakarta, Selasa (24/2). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hingga kini masih cenderung melemah. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) 24-02-2015 *** Local Caption *** Kasir menghitung mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di Bank BNI, Jakarta, Selasa (24/2). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan dan mendekati kisaran Rp 13.000 per dolar AS. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah melemah Rp 12.866 per dolar AS dibandingkan sehari sebelumnya Rp 12.813. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) 24-02-2015

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (USD) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi mengalami penurunan sebesar 11 poin (0,07 persen). Jadi untuk sekarang ini kurs rupiah menjadi Rp15.513 per dolar AS.

Dengan mata uang rupiah ditutup melemah ke posisi Rp.15.660 di hadapan dolar AS pada perdagangan Rabu, 13 Desember 2023. Tentunya sebagian besar mata uang Asia kompak menurun tergerus penguatan dolar AS sore ini jelang keputusan The Fed perihal suku bunga.

Penurunan Kurs Rupiah Terhadap Dolar AS

Jika mengacu laporan yang sudah dikeluarkan oleh Bloomberg pada pukul 16.00 WIB, mata uang Indonesia ini ditutup dengan melemah 0,25 persen atau 39,5 poin ke level Rp,15.660 per dolar AS. Sedangkan indeks mata uang AS terlihat mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen ke posisi 103.95.

Bahkan sebagian besar mata uang kawasan Asia lainnya terlihat mengalami penurunan dampak dolar AS. Misalnya saja seperti yen Jepang mengalami penurunan sebesar 0,25 persen, dolar Hongkong turun sebesar 0,03 persen, dolar Singapura turun sebesar 0,22 persen sampai dolar Taiwan turun sebesar 0,18 persen.

Kemudian, won Korea Selatan juga mengalami penurunan sebesar 0,47 persen, peso Filipina menurun sebesar 0,83 persen, yuan China menurun sebesar 0,10 persen dan baht Thailand juga mengalami penurunan sebesar 0,30 persen.

Dengan hal ini, Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi memberikan penjelasan bahwa pelaku pasar telah merasa yakin dengan The Fed yang akan mempertahankan suku bunga. Akan tetapi, pasar tenaga kerja saat ini sedang tangguh dan angka inflasi yang tidak stabil menyebabkan ketidakpastian tentang prospek bank sentral pada tahun 2024.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses