Dolar AS (USD) mengalami kenaikan tipis di awal perdagangan hari Rabu, 13 Desember 2023, karena adanya dorongan dari inflasi yang stabil jelang rapat terbaru yang dilakukan The Fed. Namun, sebaliknya pound sterling mengalami penurunan setelah angka pertumbuhan yang lemah.
Dengan pada pukul 17.25 WIB, Indeks Dolar, yang bertugas untuk melacak terhadap enam mata uang lainnya diperdagangkan naik sebesar 0,1 persen ke angka 103,609.
Rapat Fed Akan Berakhir
Kemudian secara mengejutkan dolar AS menguat setelah data semalam terhadap harga konsumen secara tidak terduga naik di bulan November. Kenaikan yang ditunjukkan mata uang AS ini sebesar 0,1 persen di periode bulan tersebut. Namun, angka ini turun secara tahunan menjadi 3,1 persen dari 3,2 persen.
Tetapi, sinyal-sinyal baru-baru ini memberikan pertanda terjadi soft landing, ketika The Fed melakukan pertemuan untuk terakhir kalinya tahun ini. Yang tentu saja pertemuan ini nanti akan berakhir pada hari Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB.
Bank sentral AS diprediksi akan berusaha untuk menahan suku bunga dan investor utamanya akan memberikan pengawasan untuk melihat apakah Ketua The Fed, Jerome Powell menolak prospek penurunan suku bunga pada paruh pertama tahun 2024.
Dalam hal ini analis di ING mengatakan bahwa “The Fed terakhir kali menaikkan suku bunga pada bulan Juli dan kami pikir itu menandai puncaknya.” Tidak hanya itu saja, analis tersebut juga memberikan penjelasan tambahan, “Namun, The Fed tidak akan mau mendukung harga pasar untuk pemotongan suku bunga yang signifikan sampai mereka yakin tekanan harga dapat dihilangkan.”






