Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Risk-off Ramai, Dollar AS Kuat Menjelang Launching Notula FOMC

Risk-off Ramai, Dollar AS Kuat Menjelang Launching Notula FOMC

695
0

Index dollar AS DXY membumbung sampai tembus level 93.00 mendekati launching notula FOMC beberapa saat di depan.

Harapan tapering The Fed menghilang gara-gara beberapa data ekonomi AS yang condong bermacam akhir-akhir ini, tapi keinginan pada USD bertambah karena kuatnya sentimen risk-off di tengah-tengah wabah berkelanjutan.

Laporan pemasaran retail AS tempo hari memperlihatkan berlangsungnya pengurangan sampai -1.1 % Month-over-Month di bulan Juli 2021, walau sebenarnya perkembangan sempat positif 0.7 % pada era sebelumnya.

Pengurangan ini tambah jelek dibandingkan harapan kesepakatan yang cuman memprediksi pengurangan sampai -0.3 % saja.

Laporan dari bidang perumahan AS ini hari tidak kalah menyebalkan. Data Housing Starts jatuh 7.0 % pada masa Juli 2021, walau Building Permits tumbuh moderat dengan pergerakan 2.6 %.

Bermacam data ekonomi berfrekuensi tinggi itu tumbuhkan kebimbangan pada prospect tapering The Fed. Keadaan semacam itu umumnya menyebabkan depresiasi USD.

Tetapi, resiko global sekarang ini membuat investor pasar lebih menyenangi beberapa aset safe haven seperti USD dibanding mata uang komoditas dan asset high risk sama.

Kita punyai banyak resiko makro yang melingkupi pasar sekarang ini, kata Simon Harvey, riset pasar FX senior di Monex Europe, seperti diambil oleh Reuters.

Kita memiliki resiko pelambatan ekonomi China, kenaikan kasus Delta di daerah Asia-Pasifik, dan perkembangan yang lebih lamban pada umumnya.

Dollar New Zealand terhitung mata uang yang ketekan gara-gara kekuatiran ini. Pengakuan peraturan bank sentra New Zealand RBNZ sebetulnya cukup hawkish, hanya karena tunda peningkatan suku bunga dan bukanlah menggagalkan gagasan rate hike.

Tetapi, pemerlakukan lockdown senegara awal hari Selasa sampai akhir minggu ini sudah memacu kekuatiran pasar pada outlook ekonomi di posisi.

Apa lagi karena pemerlakukan lockdown itu cuman disebabkan karena penemuan satu kasus COVID-19 Delta semata.

Di lain sisi, pasar mengharap notula pertemuan FOMC tanggal 27-28 Juli yang diedarkan besok pagi hari akan ungkap panduan baru mengenai arah peraturan Federasi Reserve AS.

Jika notula tidak memperlihatkan signal baru, penelusuran panduan selanjutnya akan berpindah ke simposium Jackson Hole minggu kedepan.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses