Pasangan mata uang GBP/USD bergerak sideways pada waktu paling tinggi multi-tahun baru yang terwujud tempo hari.
Aktor pasar nampaknya mulai menilai ulangi apa status pound sekarang ini telah selaras ataukah malah sudah terlalu berlebih.
Beberapa riset memandang valuasi pound saat ini begitu mahal dibandingkan keadaan esensial yang mendasarinya.
Poundsterling sebagai salah satunya mata uang bekerja terbaik tahun ini. Kenaikannya benar-benar cepat, khususnya dibandingkan USD dan EUR.
Beberapa factor memberi dukungan, seperti keberhasilan program vaksinasi Inggris dan menyusutnya harapan pemotongan suku bunga negatif bank sentra.
Namun, riset dari HSBC menjelaskan mata uang ini menempati posisi yang ada jauh di atas beberapa faktor esensialnya.
Capaian GBP melewati genggamannya, kata Dominic Bunning, seorang ahli taktik dari HSBC, Dalam penglihatan kami, momen peningkatan itu tidak pantas dari sudut pandang valuasi.
Gerakan dalam GBP sudah jauh melebihi beberapa faktor yang lain umumnya terkait dengan keunggulan mata uang.
Riset HSBC mengatakan tiga factor yang membuat pound peluang telah begitu mahal. Pertama, perbaikan perekonomian Inggris tetap sama lambatnya dibandingkan beberapa teritori lain seperti AS dan Zone Euro.
Ke-2 , posisi bunga forward AS sudah bertambah tahun ini, tapi kenaikannya cuman sesuai dengan yang terjadi di negara G10 lain, terutamanya AS.
Disaksikan dari keutamaan posisi bunga untuk pasar forex, factor ini sesungguhnya tidak memberikan dukungan reli pound. Ke-3 , ekuitas Inggris masih lemas, hingga mengisyaratkan jika arus dana masuk di bursa sahamnya bukan dana asing yang bisa mengangkat performa GBP.
Untuk sebuah mata uang, bahaya capaian yang terlalu berlebih bukan akan capai surga, tetapi Anda akan jatuh balik ke realitas saat momentumnya menghilang, tambah Bunning.
Beberapa riset lain setuju. Diantaranya Jeremy Stretch dari CIBC Capital Markets yang menjelaskan, Sterling terus meneruskan reli berkilaunya, tembus 1.42 versus USD dan 0.86 pada EUR/GBP.
Yang paling akhir itu beritanya terkait dengan pemasaran berkaitan options. Tetapi gerakan sejumlah besar cross Sterling akhir-akhir ini memanjang lebih jauh ke kawasan overbough/oversold, mengisyaratkan beberapa kehati-hatian dibutuhkan dalam periode pendek.
Reli pada cross GBP belakangan ini beringas. Saya masih bearish moderat pada USD, tapi reli pada sterling terlihat terlalu berlebih dan mempertimbangkan kebanyakan harapan positif COVID.
Kita seharusnya tidak lupakan beban sistematis karena imbas brexit, ungkapkan Vasileios Gkionakis dari Lombard Odier dan Co.






