RBA telah merilis pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin ke posisi 0.25 persen pada rangka menaikkan dukungan baru perekonomian di tengah meningkatnya ancaman pengaruh wabah virus Corona COVID-19.
Tidak hanya itu, mereka juga mengumumkan serangkaian keputusan lain yang diharapkan dapat mendukung likuiditas pasar keuangan.
Diantaranya mematok sasaran yield obligasi dari pemerintah Australia bertenor 3 tahunan pada kisaran 0.25 %, merilis fasilitas pinjaman dalam waktu yang dekat khusus untuk pemberian dana kredit perbankan ke UKM, serta program QE.
Rencana tersebut juga sebagai langkah dari RBA khusus untuk permintaan dari pemerintah saja, akan tetapi RBA tidak mengadakan patokan yang pasti terhadap jumlah dalam agenda tersebut.
Berbeda dengan bank-bank utama yang lainnaya semisal dari Federal Reserve.
RBA menyatakan siap membeli obligasi pemerintah sebesar apa pun yang diharapkan mulai lepas 20 Maret hanya untuk menjaga yield obligasi pihak pemerintah bertenor 3 tahunan tetap pada posisi rendah pada kisaran 0.25 %.
Lowe Gubernur RBA menyampaikan bahwa sistem keuangan Australia tetap tangguh dan berada pada posisi mengagumkan buat menghadapi efek virus Corona.
Namun likuiditas sudah merosot pada beberapa pasar sebagai akibatnya bank sentral harus mengambil tindakan.
Lebih lanjut, dia menyatakan dewan keputusan tidak ada akan mempertinggi suku bunga lagi hingga tercapai perkembangan menuju full employment dan terdapat keprcayaan terhadap prospek inflasi bergerak naik secara berkelanjutan dalam rentang 2-3%.
Sejumlah analis menilai perubahan kebijakan RBA masih setengah hati, karena semestinya tidak terdapat ialah menyisakan bunga 0.25 % saja.
Bahkan sebagian besar perbankan komersial Australia sudah memperlihatkan keengganan buat memangkas bunga hipotek.
Ada pula ketidakpuasan lantaran skala QE yang hanya meliputi obligasi pemerintah, yang seharunya masih banyak korporasi yang akan dirugikan karena imbas wabah ini.
Terlepas dari hal itu, sebagian besar aktor pasar sangat antusia dengan langkah RBA.
Berbagai elemen pada paket ini saling memberikan dukungan antara satu sama lain dan akan memberikan dukungan buat mengurangi biaya pendanaan pada perekonomian.
Mendukung provisi kredit, khususnya bagi perusahaan-perusahaan, istilah Besa Deda, pimpinan ekonom St George Bank, Paket ini disambut baik dalam upaya untuk mendukung sistem keuangan Australia selama masa-masa menantang dan luar biasa ini.






