Dari pernyataan pasca rapat kebijakan kemarin, SNB memutuskan buat mempertahankan suku bunga sebagai acuan tetap pada -0.75 %, sesuai ekspektasi pasar.
Namun, SNB mengakui bahwa outlook ekonomi telah memburuk karena Franc bergerak naik pesat belakangan ini.
Selaras dengan itu, SNB menyatakan sudah aktif campur tangan dalam pasar valuta asing untuk mengurangi banyaknya permintaan uangnya pada era krisis dampak endemi virus Corona ketika ini.
Mereka pula akan menyatakan akan merogoh langkah tambahan guna menjamin ketersediaan likuiditas dalam sistem Bank saat ini.
Dalam situasi yang nir biasa ini, keputusan moneter ekspansioner SNB semakin krusial untuk mengklaim kondisi moneter yang layak pada Swiss, ungkap pernyataan resmi SNB.
SNB mengintervensi dengan lebih kuat di pasar valuta asing buat berkontribusi dalam stabilisasi situasi.
Selain melakukan hegemoni pasar, SNB juga memangkas forecast perkembangan ekonomi buat tahun 2020 menjadi negatif. Padahal, proyeksi sebelumnya menyebutkan ekspektasi pertumbuhan mencapai 1.5-2 %.
Laju inflasi diperkirakan bakal turun ke -0.tiga %, alih-alih semakin tinggi 0.1 persen sebagaimana tertuang pada proyeksi sebelumnya.
Dibandingkan sejumlah bank sentral lain, perubahan kebijakan SNB terhitung minor.
Akan namun, fokus bank-bank sentral yang berhubungan dengan aset safe haven misalnya ini pada masa krisis memang terletak pada nilai tukar.
Semakin bertenaga nilai tukar, maka komoditas ekspor negaranya akan makin sulit bersaing di pasar internasional.
Padahal, permintaan dunia sudah merosot akibat maraknya himbauan social distancing dan diberlakukannya lockdown pada banyak sekali wilayah.






