
FILE PHOTO: An Australia Dollar note is seen in this illustration photo June 1, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD - SEARCH GLOBAL BUSINESS 3 JULY FOR ALL IMAGES
Dalam perdagangan hari ini Dolar Australia menjaga kenaikan 0.13 % ke posisi 0.7234 pada Dolar AS dalam perdagangan session Eropa 28/November.
Akan tetapi, tempatnya masih tetap jauh dibawah posisi paling tinggi tiga bulan yang terwujud pada pertengahan bulan ini. Beberapa ahli mencemaskan outlook Dolar Australia, sebab keadaan harga komoditas sekarang kembali meneror mata uang negeri Kanguru itu.
Di China, harga bijih besi jatuh 6 % dengan mendadak, serta komoditas ini saat ini sah ada pada teritori bearish. Menjadi negara yang penghasilan export pentingnya bersumber dari bijih besi, Aussie terancam terbawa dalam kesemrawutan ini.
Lebih jelek kembali, bijih besi Australia termasuk juga high-grade, hingga tambah mahal daripada bijih besi dari negara lainnya. Mengakibatkan, kejatuhan harga di China dapat berimbas lebih jelek juga buat Australia.
Diluar itu, mata uang Dolar Australia sekarang ini terpenting didukung oleh perdagangan komoditas pada Australia dengan China.
Kejatuhan harga beberapa komoditas yang lain, termasuk juga minyak mentah, ikut tingkatkan beban atas Dolar Australia. Joseph Capurso, ahli taktik di Commonwealth Bank of Australia, menjelaskan, Meluasnya kejatuhan pada harga-harga komoditas seharusnya selalu memberatkan AUD.
Brent saat ini telah 30 % lebih rendah dari posisi paling tinggi bulan Oktober… Lalu pertemuan G20 dan OPEC yang akan datang dapat terpenting sekali buat harga minyak, serta imbasnya tentang AUD serta CAD.
Akhir-akhir ini, kaitan harga minyak buat Australia bertambah, menjadi akibat dari semakin membesarnya industri LNG domestik.
Perkembangan cepat industri LNG membuat Australia dapat turut mengekspor komoditas daya, tapi sekaligus juga menyebabkan perekonomian jadi semakin rawan terimbas oleh harga minyak yang volatilitasnya tinggi.
Dilihat dari melesatnya harga minyak tempo hari, simpatisan pasar mungkin mengekspektasikan akan ada pengumuman pada pertemuan G20 atau OPEC yang memberikan indikasi jika supply minyak akan dipangkas. Menyusutnya supply minyak dapat memberi dukungan pemulihan harga minyak, demikian papar Capurso.
Dengan begitu, pertemuan G20 yang akan diselenggarakan di akhir minggu besok punya potensi jadi titik penting buat Dolar Australia.
Permasalahannya, pasar ikut menghadapi pertemuan pada Presiden AS Donald Trump serta Presiden China Xi Jinping, dengan keinginan akan terwujud persetujuan yang menurunkan ketegangan ke-2 negara tentang permasalahan perdagangan.





