Kenaikan suku bunga secara reguler diperlukan untuk menghindari pemanasan ekonomi AS di mana inflasi hanya sementara lemah dan tingkat pengangguran masih mengarah ke bawah, demikian pendapat seorang pembuat kebijakan Federal Reserve pada hari Rabu waktu AS.
Memperkuat kelompok pembuat kebijakan yang hawkish di dalam bank sentral AS, Presiden Fed Boston Eric Rosengren menepis kekhawatiran di antara beberapa rekannya bahwa pembacaan inflasi telah bergerak lebih jauh di bawah target 2,0 persen The Fed tahun ini menjadi 1,4 persen.
Dia malah menyoroti risiko menghentikan serangkaian kenaikan suku bunga yang bertahap, dengan menyebut kebijakan tersebut memperkuat mitigasi risiko yang tepat dalam menghadapi lonjakan inflasi atau harga aset yang dapat menghentikan pemulihan ekonomi.
“Perekonomian berisiko mendorong timbulnya risiko yang berkelanjutan, jadi mengambil langkah untuk menghindari itu tampaknya seperti asuransi yang layak dikeluarkan saat ini,” kata Rosengren, yang tidak memiliki keputusan mengenai kebijakan The Fed tahun ini namun saran kebijakannya terbukti benar selama beberapa tahun terakhir ini.
“Pelepasan akomodasi moneter secara berkala dan bertahap terasa tepat,” katanya kepada kelompok pedagang obligasi Money Marketeers di New York.
“Pembuat kebijakan seharusnya tidak bereaksi berlebihan terhadap pembacaan inflasi arus rendah yang diperkirakan secara luas hanya bersifat sementara,” tambahnya.
Berdasarkan perkiraan yang dipublikasikan pada minggu lalu dan pidato Ketua Fed Janet Yellen pada hari Selasa, para pengambil keputusan utama bank sentral AS tampaknya setuju dengan Rosengren bahwa inflasi akan rebound. Para pedagang melihat kenaikan suku bunga federal di Desember sekitar 65 persen, menurut data Reuters. Sementara itu data Investing.com menunjukkan para pedagang melihat peluang tersebut menjadi 80 persen dari 60 persen pada sekitar seminggu lalu.
Rosengren mengatakan bahwa dia tidak terganggu meskipun kelemahan inflasi bisa bertahan hingga musim semi tahun depan. Dia memperkirakan pengukuran tingkat harga yang disukai The Fed (PCE Index) akan meningkat hingga akhir 2018, sementara pengangguran yang kini berada di 4,4 persen, akan jatuh lebih jauh di bawah tingkat yang berkelanjutan.
Ia juga menambahkan bahwa sementara itu dampak badai yang telah melanda sebagian negaranya selama sebulan terakhir akan secara signifikan menyelimuti data-data ekonomi dan membuat kondisi semakin sulit bagi bank sentral AS.






