Presiden yang baru Atlanta Federal Reserve Bank, Raphael Bostic, hari Selasa menyebutkan kalau inflasi yang masih lemah beberapa waktu terakhir mungkin saja bermakna pasar tenaga kerja masih tetap berusaha sembuh dari krisis keuangan tahun 2007 hingga tahun 2009 serta dia menginginkan ” bukti yang pasti ” kalau harga tersebut masih bisa menguat sebeumnya dari bank sentral AS lakukan penambahan suku bunga sekali lagi.
Seperti sebagian koleganya, Bostic mengulangi kalau ia tidak tutup pintu tentang pentingnya kenaikan suku bunga beda di tahun ini. Ia juga menerangkan kalau dianya menjaga fikiran terbuka mengenai kenaikan suku bunga pada bulan Desember sembari mengharapkan inflasi yang rendah selekasnya bertambah.
Dengan kelompok usaha di distriknya memberikan laporan tekanan gaji yang bertambah serta stafnya memprediksi inflasi juga akan menguat, Bostic menyebutkan kalau dia terasa cukup nyaman kalau kenaikan di bulan Desember sesungguhnya dapat berlanjut.
Namun dengan saat lebih dari satu bulan hingga The Fed mengadakan rapat kebijakan selanjutnya, dalam sambutannya pada suatu acara yang ada di Atlanta, Bostic menyebutkan dirinya mengerti kalau selama ini tingkat inflasi masih tetap dibawah sasaran inflasi The Fed.
” Itu yaitu suatu hal yang betul-betul saya cermati, apabila kita tidak mulai lihat rotasi, itu juga akan membuat kembali pandangan saya mengenai jalur yang sesuai sama, ” tuturnya.
Bostic tidak mempunyai hak suara pada tahun ini pada komite penyusunan kebijakan The Fed. Tetapi komentarnya itu sudah meletakkannya di deretan beberapa petinggi The Fed yang menyebutkan kalau mereka menginginkan lihat tanda-tanda yang lebih terang kalau inflasi juga akan menjangkau sasaran 2 % The Fed serta kalau lemahnya inflasi beberapa waktu terakhir akan tidak menyebabkan problem yang semakin permanen.
Bostic menyebutkan kalau dia tidak percaya dengan alasan sebagian partnernya yang terasa kalau kekuatan beda seperti tehnologi serta susunan ekonomi global sudah menahan harga dengan bergerak maju yang mungkin saja dapat dibuktikan gigih serta sulit untuk The Fed untuk mengatasinya.
Demikian sebaliknya, mereka menghubungkannya dengan hal yang lebih konvensional, satu pasar tenaga kerja terbaru berhasil pulih dari krisis. Jadi bukti, dengan menunjuk tingkat kenaikan gaji yang lemah serta penurunan pada tingkat partisipasi angkatan kerja diantara pekerja di kelompok umur 25 hingga 54 tahun dalam sebagian bulan terakhir.
Menurut dia, pelemahan yang ada di pasar tenaga kerja mesti memperbaiki dianya dikarenakan perkembangan lapangan kerja serta ekonomi yang terus berlanjut.
” Masih tetap ada beberapa residu penurunan pada pasar tenaga kerja. Kondisi ini, pada gilirannya, memberikan keyakinan saya kalau sikap kebijakan moneter sekarang ini tidaklah terlalu mudah untuk kondisi ini, ” tutur Bostic.






