Dollar AS terlihat menurun pada awal hari Senin 22/2, meneruskan kurang kuatnya perform dollar AS diakhir perdagangan minggu kemarin.
Laporan index bidang manufacturing dan layanan beberapa negara besar di dunia yang lebih bagus dari harapan menyokong keinginan perbaikan perekonomian yang bisa lebih cepat, dan memberikan dukungan ketertarikan pasar pada beberapa aset yang lebih beresiko saat pagi ini hari.
PM Inggris, Boris Johnson, menyampaikan kabar akan menyiapkan beberapa langkah kelonggaran lockdown di Inggris, dengan gagasan beberapa siswa bisa kembali bersekolah pada tanggal 8 Maret kedepan.
Harga nilai imbal balik obligasi AS menulis peningkatan, tapi ketertarikan pada asset beresiko masih terlihat menguasai pada pagi ini hari.
Peluang pergerakan Emas
Harga emas usai naik $8.26 di tingkat $1783.85 di hari Jumat 19/2, karena dipacu oleh sentimen menurunnya dollar AS dibalik harapan stimulan yang besar di AS walau data ekonomi AS di-launching percaya diri.
Di sesion Asia 22/2, harga emas mempunyai potensi dibeli menguji resisten $1792 sepanjang harga bertahan di dalam atas tingkat $1777.
Bila peningkatan tingkat imbal hasil obligasi pemerintahan AS pagi ini hari kembali menyokong dollar AS, harga emas berkesempatan dipasarkan menguji suport $1775. Kekuatan kisaran harga di sesion Asia: $1775 – $1792.
Peluang pergerakan EURUSD
Sentimen menurunnya dollar AS dan optimisnya data index manufacturing Jerman dan Zone Euro sudah berpengaruh positif pada gerakan EURUSD pada hari Jumat 19/2, usai kuat 24 pip di tingkat 1.2116.
Di sesion Asia 22/2, EURUSD mempunyai potensi dibeli menguji resisten 1.2145 sepanjang harga bertahan di dalam atas tingkat $1.2100.
Bila harga mengalami penurunan ke bawah tingkat itu dan peningkatan tingkat imbal hasil obligasi pemerintahan AS pagi ini hari kembali menyokong dollar AS, EURUSD berkesempatan dipasarkan menguji suport 1.2080. Kekuatan kisaran harga di sesion Asia: 1.2080 – 1.2145.






