Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Poundsterling Turun Sesudah Theresa May Akan Menunda Brexit

Poundsterling Turun Sesudah Theresa May Akan Menunda Brexit

706
0

Pasangan GBP/USD roboh sesudah Theresa May menginformasikan jika dianya ajukan penundaan deadline brexit cuma sampai bulan Juni saja.

 

Pada awal session New York, Poundsterling sudah anjlok seputar 1 % vs Dolar AS serta diperjualbelikan pada kisaan 1.3159. Pasangan EUR/GBP pun melompat 0.86 % ke posisi 0.8629, sesaat GBP/JPY terjerumus 0.70 % ke posisi 146.73.

 

Tubuh statistik nasional Inggris menginformasikan jika data inflasi customer bulan Februari 2019 mencatat kenaikan 1.9 % dalam basis tahunan. Angka itu melebihi laju 1.8 % yang diraih pada periode awal mulanya, serta mengokohkan harapan kenaikan suku bunga oleh bank sentra Inggris.

 

Ditambah lagi, data ketenagakerjaan yang launching di hari Selasa tunjukkan jika tingkat pengangguran ada pada posisi paling rendah dalam 44 tahun paling akhir.

 

Lepas dari itu, Poundsterling malah terguling sebab ketidakpastian brexit yang berkelanjutan serta perseteruan politik di antara beberapa pihak berkaitan. Permasalahannya, bank sentra Inggris telah berkali-kali menyatakan jika pihaknya takkan mengubah suku bunga, sebelumnya ada kejelasan tentang gagasan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

 

Di lain sisi, PM Theresa May mengutarakan pada parlemen Inggris jika dia sudah kirim surat pada European Council untuk meminta penundaan deadline brexit sampai 30 Juni.

 

Menurut dia, penundaan periode pendek itu diambil untuk hindari kewajiban buat Inggris untuk ikuti pemilu parlemen Eropa yang akan diselenggarakan beberapa waktu yang akan datang.

 

Poundsterling langsung dirundung tindakan jual menyusul berita itu, sebab beberapa pihak condong kontra pada penundaan brexit periode pendek. Seseorang anggota parlemen sudah mengungkapkan jika sebagian besar anggota partai Konservatif yang berkuasa, inginkan penundaan dalam periode waktu lebih lama.

 

Selain itu, pihak Uni Eropa juga mengemukakan jika mereka belumlah pasti akan menyepakati permintaan itu bila PM May tidak dapat memberi fakta yang cukuplah kuat contohnya kesediaan untuk membuat referendum ke-2 atau terima kewajiban masih terikat dalam kesatuan pabean tunggal.

 

Di hari Kamis, PM May akan bertolak ke arah Brussels untuk membahas permasalahan ini bersama dengan beberapa pemimpin beberapa negara Uni Eropa. Beberapa isu dari moment itu bisa merubah Poundsterling selama bekas minggu ini.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses