Poundsterling perpanjang penurunan padasesi perdagangan Selasa 23/Mei/2017 pagi ini, setelah terjadi ledakan bom pada konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris yang mengakibatkan belasan orang tewas dan puluhan orang mengalami luka-luka.
Polisi tengah mengamankan tempat peristiwa perkara di Manchester yang disangka sebagai serangan teror 19 Orang Tewas, 50 Terluka
GBP/USD ada dibawah tekanan mulai sejak kemarin sore, serta pagi ini pair itu diperdagangkan di angka 1.2999, alami penurunan 0.1% dari sebelumnya, perpanjang penurunan 0.3% mulai sejak hari Senin.
Sterling semakin tertekan sesudah polisi mengonfirmasi 19 orang tewas serta 50 orang terluka pada insiden ini. Grande sendiri adalah penyanyi berkebangsaan AS serta juru bicaranya menyampaikan jika penyanyi yang saat ini berusai 23 tahun itu dalam keadaan yang baik.
Diluar itu, hari Senin kemarin, Pound alami penurunan dikarenakan berkurangnya poin support pada PM Theresa May untuk mengadakan Pemilu lebih awal, yaitu pada tanggal 8 Juni yang akan datang.
Komentar Merkel Pada Euro
Tidak cuma pada Dolar AS, Sterling tidak berdaya pada Euro. Kanselir Jerman, Angela Merkel, semalam mengemukakan komentarnya yang mengatakan kalau mata uang Euro masih tetap sangat lemah. Mengakibatkan, Euro juga melonjak ke level tertinggi selama enam bulan 0.5% lebih tinggi dengan posisinya sebelumnya Merkel mengungkapkan komentarnya.
EUR/GBP pada saat ini diperdagangkan di angka 0.8659, dari data sebelumnya pada paling rendah 0.8603. Komentar Merkel jadi momentum fresh untuk Euro, yang pada intinya memang masih tetap bullish sejak Pemilu Prancis awal Mei lalu.
” Sesaat resiko politik di Prancis mulai surut serta prospek perubahan kebijakan ECB mulai jadi dorongan untuk Euro, aspek paling besar (penguatan Euro) masih tetap kelemahan Dolar dalam gejolak ‘Russiagate’, ” kata Junichi Ishikawa, Paka Forex Senior di IG Securities, Tokyo. ” Komentar Merkel yaitu bahan bakar ekstra untuk Euro… yang artinya juga, melemahnya Dolar tidaklah hal yang jelek untuk Trump. tambah Ishikawa.






