Poundsterling sudah sempat naik cukuplah tinggi pada perdagangan sesi Asia hari Rabu ini 10/Oktober karena isu positif berkaitan negosiasi Brexit pada Inggris serta Uni Eropa.
Akan tetapi, launching data GDP pada sesi Eropa langsung menggerogoti kenaikan itu, sebab tunjukkan perkembangan ekonomi 0 % pada bulan Agustus.
Lepas dari itu, pasangan mata uang GBP/USD masih tetap mencatat kenaikan harian 0.13 % ke 1.3161, GBP/JPY bertambah 0.37 % di 149.01, serta EUR/GBP melandai tipis 0.07 % ke 0.8737.
Berita dari Dow Jones mengatakan jika Inggris serta Uni Eropa dapat jadi akan menyetujui aturan-aturan Brexit di hari Senin depan, sebelum digelarnya pertemuan beberapa pemimpin Uni Eropa pada 17 Oktober.
Dengan mencuplik seseorang narasumber diplomat yang menampik dimaksud namanya, Dow Jones mengutarakan jika kedua pihak sudah mengakhiri beberapa ketidaksamaan opini mereka tentang perbatasan Irlandia, walau belumlah semua permasalahan teratasi.
Sekali lagi, GBP dinaikkan oleh harapan jika satu persetujuan Brexit dapat terwujud sebelum acara makan malam Dewan Eropa pada 17 Oktober yang salah satunya agendanya mengenai Brexit.
Kita sempat melihat hal ini awal mulanya, tapi gerakan GBP kesempatan ini peluang meluncur dikit tambah tinggi, tutur Christopher Turner, analis valas di ING Bank NV.
Beberapa analis lainnya mengamini perkiraan Turner, dengan memprediksi ada peluang Pound akan berjalan tambah tinggi pada 17-18 Oktober, saat pertemuan tingkat tinggi dari Uni Eropa di Brussels diekspektasikan membuahkan kemajian riil buat negosiasi Brexit.
Beberapa ahli menginginkan hasil pertemuan itu akan mensupport Sterling. Ditambah lagi, pertemuan itu akan disusul juga oleh pidato Gubernur BoE, Mark Carney, dalam satu pertemuan di New York, yang peluang jadi katalis penambahan buat Sterling.
Akan tetapi selain itu, Pounds terlihat cukup loyo sesudah launching data GDP barusan sore. Perkembangan GDP Inggris tidak bertumbuh benar-benar dalam bulan Agustus 2018, walau laporan bulan Juli direvisi bergerak naik ke 0.4 %.
Melandai GDP Agustus itu bertentangan dengan harapan perkembangan 0.1 % yang diinginkan aktor pasar mensinyalkan semakin sirnanya momen ekonomi Inggris.






