Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Pounds Tergelincir, Uni Eropa Menolak Revisi Proposal Brexit

Pounds Tergelincir, Uni Eropa Menolak Revisi Proposal Brexit

842
0

Poundsterling menurun sebeasr 0.50 % ke posisi 1.2596 pada Dolar AS, sesudahTheresa May sangat terpaksa pulang dengan tangan kosong dari usaha renegosiasi proposal Brexit yang berlangsung di Brussels.

 

Pounds ikut anjlok lawan Yen dengan pasangan GBP/JPY melemah sebesar 0.60 % ke posisi 143.00; serta condong stagnan lawan Euro di posisi 0.8970.

 

Sesudah menggagalkan voting proposal Brexit yang sedianya diselenggarakan di Parlemen Inggris Selasa kemarin, PM Theresa May ditempatkan pada voting lainnya yang dipacu oleh mosi tidak yakin beberapa anggota parlemen dari Partai Konservatif.

 

May sukses lolos dari voting itu serta menjaga kedudukannya menjadi PM dengan suport 200 dari 317 anggota parlemen dari partai Konservatif.

 

Akan tetapi, hal tersebut membuka terdapatnya sepertiga pemberontak yang peluang takkan menyepakati proposal Brexit-nya seperti terdapatnya sekarang ini; walau sebenarnya partai oposisi telah jelas mengatakan akan menjegalnya.

 

Dalam rencana tingkatkan suport semakin banyak dari anggota parlemen buat proposal itu, PM May sudah berputar-putar balik ke Brussels untuk lakukan negosiasi lagi dengan beberapa pejabat Uni Eropa, terutamanya untuk pasal-pasal masalah perbatasan Irlandia.

 

Akan tetapi, permintaan PM May supaya Uni Eropa bersedia memberi konsesi penambahan buat permasalahan perbatasan Irlandia malah tidak diterima mentah-mentah.

 

Menurut Presiden Jean Claude Juncker, tidak ada ruangan untuk renegosiasi persetujuan yang telah diraih, serta Uni Eropa tingkatkan rencana buat persetujuan ke depan.

 

Demikian sebaliknya, mereka ikut minta Inggris memperjelas apa yang mereka harap dalam persetujuan Brexit, hingga memberikan waktu sampai beberapa minggu yang akan datang untuk memperdalam permintaan.

 

Di dalam keadaan ini, nilai tukar Sterling langsung ambruk pada mata uang utama, sesudah sudah sempat rebound saat lolosnya May dari intimidasi mosi tidak yakin di Parlemen Inggris.

 

Di lain sisi, Dolar AS masih kuat mendekati rapat FOMC minggu kedepan, sebab aktor pasar dengan ekspetasi bank sentra AS akan mewujudkan menguatnya suku bunga 1x kembali sebesar 25 basis point pada peristiwa itu.

 

Sesuai keterangan Nick Cawley dari DailyFX, posisi paling rendah awal mulanya yang ada seputar 1.2475 peluang akan ditest kembali dalam periode pendek.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses